Guys pernah dengar konsep tentang ekonomi perhatian?
Sebelum kita bahas secara sederhana sebenarnya kita semua sudah menjadi bagian dan pelaku ekonomi perhatian atau attention economy. Kita terlibat namun tidak memahami bahkan tidak tahu sama sekali gejala atau fenomena yang terjadi ini.
Lantas apa itu ekonomi perhatian atau attention economy?
Ekonomi perhatian (attention economy) adalah konsep di mana perhatian manusia dianggap sebagai sumber daya yang langka dan bernilai, bersaing untuk mendapatkan dan memonetisasinya di tengah kelimpahan informasi digital saat ini.
Baca Juga : Lonceng Kematian dari Usaha Pertambangan
Kita pengguna platform media sosial adalah pembuat konten aktif dan yang kita buru yaitu perhatian dari netizen lain dengan tujuan mendapatkan perhatian sebanyak-banyaknya untuk tujuan di-monetisasi. Ending dari perburuan perhatian itu adalah cuan alias duit. Di tahap ini dapat dikatakan bahwa perhatian orang lain disebut sebagai komoditas ekonomi atau bisnis.
Ketika platform sosial media dijadikan arena ekonomi sebenarnya kita sudah memasuki ruang bebas untuk “berperang.” Berperang untuk mendapatkan perhatian. Jika bisnis diasosiasikan sebagai perang maka segala cara akan digunakan entah wajar maupun perilaku di luar nurul.
Lantas kenapa itu bisa terjadi? Karena netizen sudah dicekoki ilusi-ilusi luxury yang ditawarkan oleh para content creator sukses. Dan terus terang saja tidak semua sukses ya.
Baca Juga : Seperti Apa Orang Sumba Menerima Tamu?
Guys, saat ini dengan adanya fenomena ekonomi perhatian perilaku netizen yang sebelumnya beda dan setelah ada tawaran menarik dari Meta atau Adsense.
Diawal kemunculan sosial media adalah tempat “ngobrol” yang asyik. Namun ketika sudah menjadi komoditas bisnis orang sudah sangat selektif dalam berinteraksi, kehilangan simpatik bahkan respect. Yang ada di isi kepala mereka bahkan kita adalah take and give.
Nah teman-teman, konsep tentang ekonomi perhatian ini luas. Silahkan teman-teman membaca dari banyak sumber.
Dan dari ulasan ringan ini dapat disimpulkan bahwa ekonomi perhatian dapat mengubah cara kita memandang dunia, karena algoritma membentuk realitas yang kita lihat, seringkali memprioritaskan konten yang sensasional atau negatif untuk mempertahankan perhatian.
Baca Juga : Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya?
Sekarang tinggal kita yang menentukan apakah terus mempertahankan jati diri atau tenggelam dalam ilusi-ilusi semu dan pada akhirnya melupakan jati dirinya.
Salam Damai
#ekonomiperhatian #attentioneconomy #opinibonefasiussambo #fyp #motivasi

