Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com unclebonn.com

Monday, February 16, 2026

Sampai Juara I Nasional Karena Yayasan ASTRA Membawa Paradigma Baru dalam Proses Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2026/02/sampai-juara-i-nasional-karena-yayasan.html

Pertama-tama saya ucapkan proviciat kepada dua siswa SMK Negeri 1 Pandawai atas nama Adelfina Kristiana Lobo Adele Lobo dan Orviton Umbu Yan yang berhasil meraih Juara I Tingkat Nasional pada Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia Kategori Rencana Usaha Bidang Agribisnis, Agroteknologi dan Kemaritiman. Proviciat juga buat Guru Pendamping, Ibu Fauziah Arbi Abdullah, S.Pi yang luar biasa.


Tentunya kami bangga dengan capaian ini dan prestasi ini tidak lepas dari dukungan Yayasan Astra


Setelah menjadi bagian dari sekolah binaan Yayasan Pendidikan Astra - Michael D. Ruslim, perubahan dimulai dengan mengubah  pola pikir, tata kelola kerja, motivasi kerja serta penguatan karakter melalui Core Value CERDAS (Cermat, Dinamis, Antusias dan Sinergis). 


Baca Juga tentang YPA-MDR di Sumba Timur : Cerdas Bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim, Mari Mendulang Sukses di SMK Negeri 1 Pandawai 2024 - 2029


Lantas bagaimana me-manage dan mewujudkan visi, misi serta tujuan sekolah? Kami diperkenalkan oleh YPA-MDR tentang PDCA (Plan, Do, Check and Action). Dan bagaimana menilai kinerja sekolah? Melalui metode Observasi,  Wawancara dan Investigasi. 


Apa yang saya jelaskan di atas merupakan prinsip standar dalam mengelola sebuah sekolah (SMK) menuju sekolah unggul dalam lima tahun masa binaan atau pendampingan. 


SMK Negeri 1 Pandawai  saat ini berada di tahap proses swapraja dan sedang menanti hasil asesmen YPA-MDR tahun kedua masa pendampingan. Seperti apa hasilnya kita tunggu saja!


Prestasi yang diraih SMK Negeri 1 Pandawai ini tentu tidak lepas dari campur tangan banyak pihak dan kerja kolaborasi serta penciptaan ekosistem sekolah yang positif. Yayasan Astra juga sangat disiplin dalam program peningkatan prestasi melalui dua Guru Muda Garda Depan (GMGD)-nya yakni Viligius Abik ,S.Pd.,Gr sebagai perintis dan direalisasikan oleh Agung Setyawan, S.Psi - GMGD tahun kedua.


Baca Juga : Integritas sebagai Fondasi dalam Membangun Ekosistem Kepemimpinan Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai


Adelfina Kristiana Lobo sendiri itu juga merupakan siswi berprestasi. Dia adalah pelopor Core Value CERDAS dan kelasnya merupakan peraih Implementator Terbaik Karakter CERDAS dengan jangka waktu yang lama. Adel, biasa disapa juga pernah mengikuti lomba dibidang kesehatan via IG dan meraih juara I tk nasional. Anak ini memiliki karakter positif dan memiliki jiwa kepemimpinan (Student Agency). Adel dan Orviton merupakan siswa kelas XII konsentrasi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI).


Selain kerja keras guru pembimbing ada pihak-pihak internal sekolah yang mendukung dengan caranya masing-masing termasuk manajemen kepemimpinan sekolah yang visioner yang diterapkan oleh kepala sekolah SMK Negeri 1 Pandawai, Bpk. Nick Tenggu Dominik W. Tenggu, SH.,Gr.


SMK Negeri Pandawai untuk juara ditingkat nasional memang baru diraih tahun ini. Namun untuk tingkat Kabupaten maupun Provinsi yang diikuti oleh guru maupun siswa atau secara kelembagaan beberapa kali kami mendapatkan trofi untuk ajang lomba yang relate dengan program SMK. 


Baca Juga : Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya?


Apakah juara menjadi tujuan akhir kami? Juara itu bonus dari proses kerja kami. Yang utama adalah kerja cerdas dalam menciptakan lulusan yang kompeten, kompetitif,  dan berkarakter sehingga bisa diserap oleh DUDI (Dunia Usaha/Dunia Industri). 


Kami memiliki komitmen bersama apapun yang diraih oleh guru maupun siswa semua atas nama sekolah karena sekolah yang berkualitaslah yang melahirkan insan-insan yang unggul. Insan-insan di dalamnya akan datang dan pergi namun sekolah akan tetap eksis. 


Di sekolah itu banyak mimpi, harapan, dan doa berkumpul dan bersatu untuk satu tujuan yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Mari kita rayakan. Bravo SMK Negeri 1 Pandawai*


Baca Juga : Apakah Yayasan Astra Bagi-bagi Duit kepada Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Binaan Mereka?

Hadirnya Piche Kota pada Penutupan Festival Golo Koe di Labuan Bajo

https://www.unclebonn.com/2026/02/pada.html

Piche Kota merupakan jebolan Indonesiaan Idol season 13, hadir memukau bagi warga Manggarai Barat dan sekitarnya saat konser di Waterfront City Labuan Bajo. Arena konser itu luas namun diisi penuh oleh penonton yang antusias untuk menyaksikan penampilan Piche Kota.


Festival Golo Koe Labuan Bajo atau Festival Golo Koe Maria Assumta Nusantara dilaksanakan secara rutin tiap tahun oleh Gereja Katolik Keuskupan Labuan Bajo. Karena event ini masuk dalam 100 Karisma Event Nasional maka tentu disupport oleh Kementerian Pariwisata RI.


Nah kita kembali ke Piche Kota. Dan ini terkait masa depan karir menyanyinya. 


Piche Kota punya fanbase yang fanatik tapi tulus. Fans Piche Kota lintas generasi, lintas etnik, dan lintas agama. Itu karena pergaulan dan pertemanan yang luas yang sudah dibangun saat sebelum Piche masuk Idol atau Indonesian Idol. 


Baca Juga : 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗣𝗶𝗰𝗵𝗲 𝗞𝗼𝘁𝗮!


Piche Kota juga aktif di organisasi Orang Muda Katolik (OMK) yang inklusif. Dia juga dikenal dekat sama imam-imam katolik bahkan keluarga rapatnya ada yang jadi imam katolik. 


Secara genetika Piche keturunan Timor (Atambua), Flores (Ende) dan Sumba (Sumba Barat Daya). Namun ia lebih dikenal sebagai anak Atambua. Wajar ya. Lahir dan besar di Atambua. 


Dari segi karakter Piche anak yang rendah hati dan dasarnya dia anaknya pendiam bukan anak yang ekstrovert seperti di depan layar kaca.


Piche Kota juga anak pejabat daerah di Atambua sana. Namun gaya hidupnya biasa-biasa saja alias sederhana. Kata Shakira Vier teman Idolnya, diawal perjumpaan mereka, Shakira kasihan sama Piche dengan kondisi Piche yang terlihat biasa-biasa saja malah meragukan kemampuan menyanyi Piche. 


Seperti apa masa depan karir Piche? 


Piche punya potensi besar untuk eksis di blantika musik tanah air. Intinya tetap jaga sikap yang sederhana dan tulus, jauhkan dari star sindrom


Baca Juga : Catatan Anak NTT Tahun 2016 : Mario G Klau, Kebanggaan dan Asa Orang NTT


Yakin saja, itu bisa diatasi karena Piche seorang pendengar yang baik. Piche juga punya inner circle yang kuat seperti kakaknya yang selalu setia menemani dalam setiap konser Piche, dan menjadi anak angkatnya tante Yuni Siregar seorang pengusaha dan seorang penganut Katolik yang taat.


Kehadiran Piche Kota di Festival Golo Koe Labuan Bajo membuka jaringan ke keuskupan-keuskupan lain di Indonesia. Karena saat festival tersebut ada beberapa orang uskup juga hadir di sana. Kedepan jika ada event serupa dan diundang maka Piche perlu mengatur jadwal untuk hadir.


Soal seperti apa strategi masuk di industri musik Indonesia, Piche punya manajemen tentunya. Dia sudah pernah ikut ajang pencarian bakat terbesar di Indonesia dan penyanyi Cafe yang sudah paham mood para penikmat musik. 


Baca Juga : Mengapa Nia Ramadhani dan Suami Bisa Tersandung Kasus Narkoba?


Diakhir kata, Piche kamu memang tidak seperti Lyodra yang nyanyi pake teknik tinggi, tapi kamu dianugerahi suara yang berkarakter kuat dan merdu. Kamu bisa nyanyi semua genre dengan baik. Suaramu bisa bekin galau massal, bekin orang ceria bahkan bekin banyak orang jingkrak-jingkrak.  Kamu cocok dipanggung-pangung konser dan panggung-panggung pesta rakyat.


Seperti kata Raim Laode, saya, “duduk disamping bintang paling terang dari timur.” Kami juga berada bersama dengan kamu Piche Kota | Salam Damai 

Baca Juga : Lyodra Diprediksi Mampu Patahkan Kutukan Indonesian Idol

Sunday, February 15, 2026

Apa Itu Ekonomi Perhatian?

https://www.unclebonn.com/2026/02/apa-itu-ekonomi-perhatian.html

Guys pernah dengar konsep tentang ekonomi perhatian


Sebelum kita bahas secara sederhana sebenarnya kita semua sudah menjadi bagian dan pelaku ekonomi perhatian atau attention economy. Kita terlibat namun tidak memahami bahkan tidak tahu sama sekali gejala atau fenomena yang terjadi ini.


Lantas apa itu ekonomi perhatian atau attention economy? 


Ekonomi perhatian (attention economy) adalah konsep di mana perhatian manusia dianggap sebagai sumber daya yang langka dan bernilai, bersaing untuk mendapatkan dan memonetisasinya di tengah kelimpahan informasi digital saat ini.


Baca Juga : Lonceng Kematian dari Usaha Pertambangan


Kita pengguna platform media sosial adalah pembuat konten aktif dan yang kita buru yaitu perhatian dari netizen lain dengan tujuan mendapatkan perhatian sebanyak-banyaknya untuk tujuan di-monetisasi. Ending dari perburuan perhatian itu adalah cuan alias duit. Di tahap ini dapat dikatakan bahwa perhatian orang lain disebut sebagai komoditas ekonomi atau bisnis.


Ketika platform sosial media dijadikan arena ekonomi sebenarnya kita sudah memasuki ruang bebas untuk “berperang.” Berperang untuk mendapatkan perhatian. Jika bisnis diasosiasikan sebagai perang maka segala cara akan digunakan entah wajar maupun perilaku di luar nurul. 


Lantas kenapa itu bisa terjadi? Karena netizen sudah dicekoki ilusi-ilusi luxury yang ditawarkan oleh para content creator sukses. Dan terus terang saja tidak semua sukses ya.


Baca Juga : Seperti Apa Orang Sumba Menerima Tamu?


Guys, saat ini dengan adanya fenomena ekonomi perhatian perilaku netizen yang sebelumnya beda dan setelah ada tawaran menarik dari Meta atau Adsense


Diawal kemunculan sosial media adalah tempat “ngobrol” yang asyik. Namun ketika sudah menjadi komoditas bisnis orang sudah sangat selektif dalam berinteraksi, kehilangan simpatik bahkan respect. Yang ada di isi kepala mereka bahkan kita adalah take and give.  


Nah teman-teman,  konsep tentang ekonomi perhatian ini luas. Silahkan teman-teman membaca dari banyak sumber.  


Dan dari ulasan ringan ini dapat disimpulkan bahwa ekonomi perhatian dapat mengubah cara kita memandang dunia, karena algoritma membentuk realitas yang kita lihat, seringkali memprioritaskan konten yang sensasional atau negatif untuk mempertahankan perhatian. 


Baca Juga : Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya?


Sekarang tinggal kita yang menentukan apakah terus mempertahankan jati diri atau tenggelam dalam ilusi-ilusi semu dan pada akhirnya melupakan jati dirinya. 


Salam Damai 

#ekonomiperhatian #attentioneconomy #opinibonefasiussambo #fyp #motivasi

Apa Bedanya Melakukan Pekerjaan Karena Hobi dan Melakukan Pekerjaan Karena Sebuah Tanggung Jawab?

https://www.unclebonn.com/2026/02/apa-bedanya-melakukan-pekerjaan-karena.html

Hobi itu bekerja karena merasa tertarik pada satu bidang tertentu.   Bekerja untuk diri sendiri atau bersama komunitasnya karena kecocokan pada hal yang sama. Dia hanya bertanggung jawab atas dirinya dan mungkin tidak berdampak hukum apabila terjadi sesuatu di lokasi "perkara". 


Hobi itu santai tanpa beban dan bekin happy serta benar-benar fokus pada pekerjaannya. Jika kita mau memburu target kita akan melakukan segala sesuatu sesuai kemampuan kita.


Namun beda ketika kita bekerja karena tanggung jawab pekerjaan.  Kita harus menyusun rencana, mengorganisir SDM (membuat jobdes), melaksanakan, kontrol lapangan dan evaluasi.


Baca Juga : Mengapa Guru Lost Control dan Melakukan Kontak Fisik kepada Muridnya?


Kita perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, kita perlu membuat petunjuk teknis pelaksanaan biar team work benar-benar memahami kondisi lapangan dan apa yang harus dikerjakan serta punya empati pada keamanan dan keselamatan pada anak didik yang kita bawa jika kita merupakan seorang guru. 


Bekerja secara prosedural terkesan kaku tapi ingat bekerja di lembaga mana pun atau perusahaan harus sesuai SOP. Tidak bekerja secara spontan atau moody.  Itu namanya bekerja tanpa arah. Bekerja auto pilot. Yang terjadi akan adanya kekacauan.


Baca Juga : SMK Negeri 1 Pandawai (Smart Vocational School) dan Jalan Menuju Sekolah Unggul pada Tahun 2029 melalui Yayasan Pendidikan Astra


Jika bekerja seperti itu lantas dari mana orang bisa mengevaluasi suatu pekerjaan jika tidak ada perencanaan yang jelas sampai ke tahap pengawasan atau apalagi tanpa indikator-indikator yang bisa diukur? 


Teman-teman sebagai guru dan cukup sering berada di lapangan kadang bisa seminggu bersama anak-anak di lapangan dengan kondisi dan tatanan sekolah yang sederhana.


Saya sudah mendapatkan suka dukanya.  Setiap anak memiliki keunikan masing-masing tentu kita perlu melakukan pendekatan yang berbeda-beda agar semua aman dan nyaman di lapangan. 


Tapi jika dia sudah punya hobi yang sama dan selaras dengan pekerjaannya dan apalagi dia paham dengan prinsip-prinsip instansi atau lembaga so pasti dia akan menjadi seorang manager yang hebat


Baca Juga : SMK Negeri 1 Pandawai Laksanakan Pendampingan Teknis Pembelajaran Mendalam Berbasis Ai


Namun dia hanya memiliki hobi untuk dirinya sendiri,  tidak mampu bekerja dalam tim, anti konsep dan moody jika bekerja dalam tim itu akan menjadi beban berat bagi hidupnya. 


Sering! Pemimpin hebat itu lahir dari pengalaman organisasi,  pribadi-pribadi yang sudah terpola dalam sebuah paradigma yang sistematis dan terstruktur. Mereka yang sudah terbiasa ditempa dalam sebuah lingkungan atau tatanan yang tertib dan terorganisir dengan baik* Salam Damai

Saturday, February 14, 2026

Apakah Yayasan Astra Bagi-bagi Duit kepada Guru dan Kepala Sekolah di Sekolah Binaan Mereka?

https://www.unclebonn.com/2026/02/apakah-yayasan-astra-bagi-bagi-duit.html

Saya mau jawab. Kadang-kadang orang selalu bilang sekolah binaan Astra pasti dapat fulus banyak. Atau kepala sekolahnya banyak pegang proyek.😀😀


Itu asumsi yang keliru bahkan salah. YPA-MDR bukan sinterklas, bossku. Yayasan ASTRA itu punya analisa setiap mengucurkan dana dan sangat ketat dalam sistem kontrolnya. 


Bantuan  yang diberikan itu untuk proses pembelajaran. Setiap program yang akan diintervensi YPA-MDR melalui EDS, Analisis SWOT dan melalu kerangka kerja yang jelas. Dan dana-dana tersebut ditangani langsung oleh mereka melalui staf mereka yang ditempatkan pada area binaan Yayasan Astra. Begitu bossku.


Apakah guru, kepala sekolah dan murid bisa dapat uang tunai?


Bisa dong. Asalkan guru, kepala sekolah dan murid harus punya prestasi baik secara individu maupun secara kelembagaan. Besaran nominalnya tergantung level prestasinya.


Baca Juga : Integritas sebagai Fondasi dalam Membangun Ekosistem Kepemimpinan Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai

 

Terus terang saja Yayasan Astra juga memberi apresiasi kepada lulusan guru penggerak dan pengajar praktik sesuai jenjang pendidikan. Nilainya lumayan besar bisa menyelesaikan beberapa persoalan finansial. 


Intinya kalau mau dapat uang harus berprestasi.  Dan kalau mau jadi guru berprestasi harus usaha keras, rajin belajar dan kerja cerdas.  


Dan apa yang menjadi tanggung jawab moral dari sekolah?


Guru-guru harus antusias menerima program-program mereka. Rela dengan sedikit korban waktu. Ikuti karakter CERDAS yang dibina selama setahun oleh YPA-MDR. Jangan mudah tersinggung kalau dievaluasi karena mereka punya standar sendiri. 


Intinya ikuti saja ritme YPA-MDR. Pasti ada reward-nya. Kita dapat banyak ilmu secara gratis. Mereka sangat profesional dan melayani.


Baca Juga : Implementator Terbaik Karakter Versi Yayasan Astra

Friday, February 13, 2026

Bertemu Lagi dengan Bapak Bupati Sumba Timur di Lombok


Hari ini Sabtu, 15 November 2025 saya dua kali bertemu dengan Bupati Sumba Timur, Bpk. Umbu Lili Pekuwali. Pertama, saat check in di Jakarta, dan kedua, saat transit di Lombok. 


Sebagai catatan, semua foto yang saya upload di facebook ini sudah mendapatkan ijin beliau. 


Bagi saya bertemu dengan orang nomor satu Sumba Timur itu hal yang langka apalagi diajak duduk searena. Karena saya orang biasa. 


Terbaru di Sumba Timur : KKP dan Pemkab Sumba Timur Hadirkan Program Pelatihan Berkelanjutan dan Pendampingan Tenaga Kerja dalam Proyek Integrated Shrimp Farming di Desa Palakahembi


Terus terang saja,hampir dua puluhan tahun di Sumba, saya belum punya kesempatan “seasyik” ini. Dan baru kali ini luar biasa, saya bisa berbagi cerita dalam suasana santai walau dibatasi waktu. 


Topik obrolan kami ya seputar kerjasama Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim pada beberapa sekolah di Kabupaten Sumba Timur. Kebetulan saya dan beberapa guru sekolah binaan baru pulang dari kegiatan Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra yang berlangsung di Jakarta dari tanggal 13 - 15 November 2025.


Teman-teman semua, Yayasan Astra melakukan pendampingan pada 14 sekolah di Kecamatan Pandawai.  Ada 10 sekolah jenjang SD, 3 sekolah jenjang SMP, dan 1 sekolah jenjang SMK. Jenjang SMK yakni SMK Negeri 1 Pandawai sekolah tempat saya mengajar. 


Berbicara dengan seorang bupati ditambah lagi ada beberapa pejabat di sekitar beliau tentu bukan perkara mudah. Saya cukup canggung.  Namun karena bpk bupatinya welcome dengan cerita saya sehingga ada beberapa poin yang saya sampaikan kepada beliau. Misalnya informasi seputar rencana kunjungan Ketua Yayasan Astra ke Sumba Timur pada bulan Januari atau Februari 2026. Kemudian adanya apresiasi dari ketua Yayasan Astra atas kepemimpinan beliau yang begitu antusias dan welcome dengan kehadiran YPA-MDR di Sumba Timur. 


Saya tidak sendiri saat itu. Saya bersama Bpk Kepala SMK Negeri 1 Pandawai.  Memang cerita kami tidak mendalam karena saat itu dalam suasana santai dan waktu tidak memungkinkan untuk bercengkerama lebih jauh karena kami harus terbang ke Waingapu. 


Baca Juga Tentang Bupati Sumba Timur : Mankind is One


Teman-teman diawal kepemimpinan bapak Umbu Lili Pekuwali, beliau langsung ke Jakarta  dan berkunjung ke kantor pusat Yayasan Pendidikan Astra - Michael D Ruslim. 


Guys, dengan adanya kolaborasi antara Pemda Sumba Timur dan Yayasan Astra percayalah pasti ada peningkatkan mutu pendidikan kita. Pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inovatif dan berjiwa wirausaha. Amin.

Thursday, February 12, 2026

Implementator Terbaik Karakter Versi Yayasan Astra

https://www.unclebonn.com/2026/02/implementator-terbaik-karakter-versi.html

Pertama-tama to the point saja bahwa kelas peraih Implementator Terbaik sejak awal masih dipegang oleh kelas XI NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan). 


Ini meraka raih di bulan Februari 2025 (perdana) sampai saat ini masih paten di tangan mereka. 


Biasanya setiap bulan bahkan setiap minggu tim Taskforce akan menetapkan kelas Implementator Terbaik Karakter. Kelas tersebut akan menerima bendera Implementator Terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku implementasi karakter CERDAS di lingkungan sekolah. 


Baca Juga : Cerdas Bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim, Mari Mendulang Sukses di SMK Negeri 1 Pandawai 2024 - 2029


Lantas kenapa Bendera Implementator Terbaik masih dipegang oleh kelas XI NKPI? 


Saya harus akui peran ketua kelasnya Adele Lobo  yang keukeuh mempertahankan prinsip-prinsip Core Value CERDAS (Cermat,  Dinamis, Antusias dan Sinergis). Dia dengan beberapa temannya mampu menggerakkan teman lain untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter Cerdas. 


Ini jika dikaitkan dengan Kepemimpinan Murid (Student Agency) : voice (suara), choiche (pilihan) dan ownership (kepemilikan) dapat dikatakan mereka sudah melaksanakan apa yang disebut kepemimpinan siswa atau murid dimaksud. 


Baca Juga : SMK Negeri 1 Pandawai (Smart Vocational School) dan Jalan Menuju Sekolah Unggul pada Tahun 2029 melalui Yayasan Pendidikan Astra


Kepemimpinan murid tidak serta merta auto timbul namun butuh peran guru secara total. Yang utama adalah peran wali kelasnya. Sebagai wali kelas dia tidak mendominasi atau serba bisa dan serba tahu. Dia perlu meluangkan waktu untuk mendengarkan ide dari muridnya. Memberikan ruang kepada murid untuk menetapkan pilihan-pilihan mereka. Dan membuat murid bertanggung jawab dengan apa yang telah menjadi pilihan mereka. 


Di tahap ini, guru (wali kelas) harus menjadi teladan yang baik. Tidak hanya wali kelas tapi semua guru. Harus ada upaya (effort) lebih untuk menjaga komitmen dan konsisten.  Sehingga apa yang menjadi ketetapan,  kesepakatan dan tanggung jawab dapat menjadi pembiasaan baik bahkan budaya positif di sekolah.


Baca Juga : Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya?


Saya bangga ketika ketua kelasnya minta ijin untuk masuk ruang kelas. Itu kemarin dan hari ini mereka membersihkan ruang kelasnya dan melibatkan teman-teman mereka yang lain. Ini keren loh. Di sekolah besar atau sekolah ternama tidak selamanya hadir perilaku positif murid seperti ini. 


Kata mereka, biar besok ketika masuk sekolah setelah libur lebaran ruang kelas sudah siap. Tidak lagi sibuk urus kelas. Tinggal membersihkan lingkungan kelas saja. 


Teman-teman sekalian saya mau bilang bahwa dampak positif yang luar biasa ini tidak lepas dari peran Yayasan Astra (Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim. 


Untuk anak-anak SMK Negeri 1 Pandawai yang membaca artikel ini biar hidup lebih mudah ayo belajarlah hal-hal positif : respect, jujur, disiplin, kritis, berani dan tegas serta bertanggung jawab. Kalau kita punya karakter positif tentu kita bisa menjadi orang pintar dan hebat yang berkarakter kuat.

Baca Juga : Integritas sebagai Fondasi dalam Membangun Ekosistem Kepemimpinan Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai


Tuesday, February 10, 2026

Yuk Berkenalan dengan Dua Guru SMK Negeri 1 Pandawai yang Pindah Ke SMA Negeri 1 Rindi Umalulu dan SMK Negeri 3 Pahunga Lodu

https://www.unclebonn.com/2026/02/yuk-berkenalan-dengan-dua-guru-smk.html

Teman-teman dua sekolah yang saya sebutkan di atas pasti sedang bertanya-tanya siapa sih guru baru kami? 


Nah berikut saya spill profil dan potensi mereka masing-masing. Mudah-mudahan bisa membantu. Maaf tapi tidak terang benderang soal profil mereka karena demi menjaga hak-hak privat mereka. 


Yang jelas yang ke SMK Negeri 3 Pahunga Lodu itu Ibu Anastasia Yulita Talan, S.Pi.,Gr (kiri) dan yang ke SMA Negeri 1 Rindi Umalulu namanya Ibu Tamar Marselina Djada Tiri, S.Pd.,Gr (kanan).


Baca Juga : Resty, Remaja Putri yang Bekerja di Bengkel Motor


Ibu Anastasia selama di SMK Negeri 1 Pandawai mengajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Penangkap Ikan, selain itu beliau seorang wali kelas yang sangat keibuan dan profesional. Beliau juga mengampuh mapel Kreativitas, Inovasi dan Kewirausahaan. Sebagai guru beliau memiliki potensi untuk terus berkembang.


Kemudian Ibu Tamar. Beliau ini guru yang mengajar banyak mata pelajaran dan berbagai tugas tambahan. Besiknya guru kimia. Saat masih di SMK Negeri 1 Pandawai beliau mengampuh mapel IPAS, Kreativitas, inovasi dan Kewirausahaan, serta Informatika. Dia juga anggota Tim Kurikulum


Selain itu, karena SMK Negeri 1 Pandawai merupakan sekolah binaan Yayasan Astra,  beliau dipilih menjadi Guru Pengubah dari beberapa member Tim Taskforce (Satuan Tugas Core Value CERDAS). Ibu Tamar juga pernah mengikuti diklat yang berkaitan dengan pemanfaatan IoT untuk Agribisnis Ternak Unggas


Baca Juga : Mengenal Keistimewaan Tenunan Kaliuda


Kira-kira begitulah teman-teman bocor halus tentang profil kedua guru SMK Negeri 1 Pandawai. Ya, kalau nanti mereka ada kurang-kurangnya itu manusiawi. No one is perfect!


Untuk kedua mantan teman dari SMK Negeri 1 Pandawai kami ucapkan selamat bertugas di tempat tugas baru. Sukses selalu dan Tuhan memberkati. Amin.


Integritas sebagai Fondasi dalam Membangun Ekosistem Kepemimpinan Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2026/02/integritas-sebagai-fondasi-dalam.html

Apa impianmu setelah mengikuti workshop Core Values Cerdas


Saya sangat berharap setiap guru di SMK Negeri 1 Pandawai memiliki kesadaran penuh dalam melaksanakan tugas dan fungsinya seoptimal mungkin atau selaras dengan  visi-misi Yayasan Astra (Yayasan Pedidikan Astra-Michael D Ruslim) yakni menjadi guru yang profesional dan melayani. 


Guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan, serta mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan maksimal. 


Melayani artinya guru melaksanakan tugasnya dengan itikad baik, memiliki niat yang tulus, tidak berpura-pura dan terus mengembangkan pembelajaran yang berpihak pada murid atau memenuhi kebutuhan belajar murid. 


Baca Juga : Lonceng Kematian dari Usaha Pertambangan


Tugas melayani seorang guru seperti yang diharapkan oleh Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Micahel D Ruslim itu sebenarnya sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan yang berpihak pada murid adalah pendidikan yang ”bebas dari segala ikatan dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk meminta sesuaitu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak.”


Dikutip dari buku Pedagogik Telaah Kritis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif, Yusuf Tri Herlambang (2018: 159), dalam rangka melaksanakan peran tersebut, pendidik hendaknya “berhamba” pada anak. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan yang berhamba pada anak artinya seorang pendidik harus memiliki kesadaran diri untuk melaksanakan tanggung jawabnya tanpa pamrih. Pendidik tidak meminta atau menuntut sesuatu hak apapun, sehingga lebih memiliki idealisme pendidikan.


Dalam membangun sebuah ekosistem pendidikan diperlukan adalah sebuah idelisme yakni pendidik yang punya kesadaran diri sekaligus melaksanakan tanggung jawabnya. 


Dalam presepsi penulis yang dimaksud dengan idealisme pendidikan saya sebut sebagai integritas. Nilai-nilai integritas ini sejatinya harus tecermin dalam kehidupan di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat bahkan ini dijadikan sebagai fondasi dan keadaban sekolah. 


Baca Juga : Contoh Visi, Misi dan Program Kerja Calon Kepala Desa


Integritas adalah suatu kualitas, sifat, atau keadaan yang menunjukkan keutuhan atau kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan untuk memancarkan kewibawaan atau kejujuran. Secara sederhana, integritas dapat diartikan sebagai keutuhan karakter dan prinsip moral seseorang.


Dari penjelasan di atas profil seorang guru yang memiliki integritas bahwa guru merupakan seorang pribadi yang jujur artinya bertindak dan berkata dengan benar dan tidak menipu. Konsisten bahwa guru tersebut perkataan dan tindakan selaras dengan nilai-nilai yang dianut. Guru tersebut bertanggung jawab artinya ia mampu menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik. 


Seorang guru juga mampu menjaga rahasia yakni mempertahankan kepercayaan yang diberikan. Guru juga punya sikap menghormati hak-hak dan martabat orang lain. Seorang guru sejatinya bersikap adil dalam segala tindakan dan keputusan. Ia juga memegang teguh asas transparansi maksudnya bersikap terbuka dan jujur dalam menyampaikan informasi.


Membangun Ekosistem Pembelajaran 


Untuk mewujudkan SMK Negeri 1 Pandawai sebagai sekolah vokasi unggul dan berwawasan global diperlukan ekosistem pembelajaran efektif, integratif dan holistik. Ekosistem pembelajaran adalah sistem yang saling berhubungan yang mencakup orang, konten, teknologi, budaya, dan strategi, yang semuanya memiliki dampak pada pembelajaran formal maupun informal dalam satu sekolah.


Baca Juga : Modus Penipuan kepada Siswa dengan Mencatutkan Nama Guru di SMK Negeri 1 Pandawai


Sekali lagi, agar terciptanya ekosistem pembelajaran yang efektif, integratif dan holistik diperlukan karakter yang kuat dari komunitas sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Seperti dijelaskan di atas integritas tidak sekedar slogan tapi harus diwujudnyatakan dalam aktivitas pembelajaran dan penerapan budaya positif sekolah. Seorang guru dia memegang teguh prinsip keguruan dan etika profesi. Dia bukan guru yang mencla-mencle atau menjadi benalu bagi sekolahnya. 


Harus diketahui bahwa tujuan dari membangun ekosistem pembelajaran untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kaya, fleksibel, dan relevan. Disini yang berperan sebagai elemen utama adalah sumber daya manusia-nya dalam hal ini guru. Guru berperan penting dalam mengelola aset-aset atau sumberdaya yang ada di sekolah sehingga menciptakan lingkungan simbiosis dan interaksi dengan berbagai sumber daya yang pada akhirnya bermuara pada pemenuhan kebutuhan belajar murid. 


Membangun ekosistem pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai adalah mengintegrasikan karakter Core Values Cerdas (Cermat, Dinamis, Antusias, dan Sinergis) pada kurikulum sekolah dan non kurikulum. Integrasi karakter non kurikulum dilaksanakan diluar jam pembelajaran aktif. 


Pada pelaksanaan pembelajaran guru juga bisa memasukan berbagai strategi maupun pendekatan yang ditawarkan Yayasan Astra seperti Tandur : tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi, dan rayakan. Beragam strategi maupun pendekatan ini mengambarkan karakter pembelajaran kekinian yang kaya, fleksibel namun harus tetap memperhatikan konteks dan relevansinya. 


Baca Juga : Seperti Apa Manifesto Politik Ala Kristiani?


Praktik pelaksanaan pembelajaran dengan tujuan menginternalisasi nilai-nilai karakter CERDAS yang menjadi bagian dari intervensi Yayasan Astra ini harus disambut antusias dan dilaksanakan secara kolaborasi dan penuh tanggung jawab. Para guru harus open minded dalam setiap dinamika pengembangan bahan ajar. Guru harus mampu mengembang konten-konten pembelajaran secara rutin dan berjenjang.


Kepemimpinan Pembelajaran 


Untuk mengimplementasikan beragam pendekatan maupun strategi untuk mewujudkan ekosistem pembelajaran yang efektif, integratif dan holistik diperlukan kepemimpinan pembelajaran yang berkualitas sehingga mampu menghadirkan konten-konten pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan murid yang unik dan beragam. 


Kepemimpinan pembelajaran yang dimaksud adalah kepemimpinan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. 


Maksud dari kepemimpinan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah pendekatan kepemimpinan yang berfokus pada pengembangan dan pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik. Pemimpin pembelajaran yang berpusat pada peserta didik membantu peserta didik untuk mengambil kendali atas pembelajaran mereka sendiri, mendorong motivasi dan keterlibatan yang lebih besar, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.


Lantas seperti apa implementasi kepemimpinan pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai? Dari laporan hasil pengamatan Yayasan Astra dan Hasil Pengamatan Penulis pada saat pelaksanaan Gebyar SMK tahun 2025 (2-3 Mei 2025) dan laporan guru-guru pendamping bahwa kemampuan murid atau peserta didik belum nampak pada aspek sikap yakni percaya diri. Di aspek lain adalah kemampuan bernalar kritis dan komunikasi. Dikatakan bahwa peserta didik belum mampu tampil percaya diri serta kecakapan berkomunikasi secara efektif saat menjawab atau mempresentasikan produk unggulan dan inovasi ketika dimintai keterangan. Artinya murid saat ini belum merepresentasikan profil murid abad 21


Baca Juga : Pancasila Lahir Tanpa Henti untuk Negeri


Apa yang menyebabkan murid belum memenuhi tuntutan kompetensi pembelajaran Abad 21 atau sering disebut sebagai "4C" (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity) karena pola penyelenggaran pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru-guru di SMK Negeri 1 Pandawai masih bersifat tradisional. Maksudnya pembelajaran yang dilaksanakan lebih dominan ceramah ketimbang mengunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran. Guru juga belum mampu mengembangkan pembelajaran ke level HOTs (Higher Order Thinking Skill) atau pada tataran berpikir tingkat tinggi. Yang terjadi dilapangan guru masih mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik pada level rendah. 


Langkah-langkah untuk menghadirkan profil murid abad 21 atau mewujudkan SMK Negeri 1 Pandawai menjadi sekolah unggul berwawasan global adalah menerapkan prinsip Plan, Do, Check dan Action (PDCA). Secara implementatiff dapat dijelaskan sebagai berikut sekolah perlu melakukan perencanaan yang matang program kerja kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program studi, dan para guru mata pelajaran. Perlu ada pelaksanaan program. Kemudian lakukan evaluasi dan hasil evaluasi harus ditindaklanjuti. Pada akhirnya PDCA menjadi sebuah siklus yang dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. 


Penutup 


Integritas itu mengandung nilai-nilai universal seperti kejujuran, konsistensi, bertanggung jawab, menjaga rahasia, penghormatan, keadilan, dan transparansi. Nilai-nilai ini memampukan seorang guru untuk membangun sebuah ekosistem pembelajaran efektif, integratif, dan holistik untuk menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Impelemtasinya diperlukan sebuah sistem kepemimpinan pembelajaran yang berkualitas sehingga dapat mewujudkan profil murid abad 21 yang "4C" (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity). 


𝗧𝗿𝗶𝗸 𝗠𝗲𝗺𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗧𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗶𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂𝗮𝗻!

https://www.unclebonn.com/2026/02/blog-post_10.html

𝐆𝐮𝐲𝐬! 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐮𝐥𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐥𝐞𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐛𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐤𝐧𝐢 𝐭𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮𝐚𝐧. 


Kawanku, kalau masih tiga bintang sih itu aman. Kemudian 100 bintang dan seterusnya. Ini sudah menjadi beban sendiri. Lalu kira-kira caranya bagaimana? 


𝙋𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖, kita harus berinvestasi. Kita mesti deposit bintang.  Setelah itu, kita harus membagi bintang ke teman lain dan kita berharap ada inisiatif dari mereka untuk membalasnya.  Nah, kalau pun tidak dibalas maka anggap saja itu sebagai bentuk apresiasi tanpa batas. 


𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖, konten kita harus bagus dan berkualitas. Orang-orang yang membagi bintang karena kualitas konten itu mereka yang memberi tanpa berharap.  Itu murni bentuk apresiasi kepada konten kreator lain karena kreatifitasnya. 


𝙆𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖, memahami “umpan cantik”  pemberi bintang.  Guys di facebook tidak ada yang lama-lama memberi bintang secara gratis.  Butuh hubungan kausalitas mutualistik. Maksudnya ada kesadaran kolektif tentang sebab-akibat dan saling menguntungkan. 


Baca Juga : 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗹𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗶𝘁𝘂 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗦𝘂𝗿𝗶! 𝗗𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗔𝗸𝘂𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮 𝗦𝘂𝗵𝘂


Jika kita sekedar menerima tanpa memberi orang akan enggan untuk memberikan bintang lagi kepada kita. Tidak hanya itu, kadang-kadang mereka juga menunggu lompatan sikap kita apakah mau bermain aman dengan rasio 1 : 1 atau butuh lompatan jauh ke depan mau main dengan rasio 1 : 3, 1 : 10, 1 : 30, 1 : 100 atau mau bermain yang lebih ekstrem lagi? Namun kalau mau main yang ekstrem lihat juga pergerakan orang tersebut? Dianya punya inisiatif yang sama atau kagak?


Nah begitu teman-teman. Di sosial media (Facebook Profesional) alias FB Pro butuh kesadaran bersama bahwa kita punya sumbangsih untuk menciptakan lentingan bagi konten kreator lainnya. Karena apa? Tidak semua akan jadi sultan di FB Pro karena “seleksi alamnya” begitu ketat di tengah masifnya kehadiran konten kreator pemula.


Lalu banyak yang bertanya apakah saya selama ini memberi dengan hitung-hitungan? 


Saya sudah tahu konsekuensinya. Namun di 100 bintang pertama saya ada tawar menawar dengan para konten kreator lain untuk target itu. Ada 𝘵𝘢𝘬𝘦 𝘢𝘯𝘥 𝘨𝘪𝘷𝘦 disitu. Itu lumrah saja. 


Baca Juga : Ayo Menulis Menggunakan Google Docs! Berikut Langkah-langkahnya


Orang berlomba-lomba di Facebook Profesional karena ada janji CUAN disitu. Jadi otak-nya sudah terkontaminasi bisnis. Kalau sudah demikian tidak ada yang makan siang gratis, bossku! Walau nanti ada yang negative thinking sama ane, sungguh ini opini yang paling realistis, guys!


Salam Damai, 

Monday, February 9, 2026

Lonceng Kematian dari Usaha Pertambangan

https://www.unclebonn.com/2026/02/lonceng-kematian-dari-usaha-pertambangan.html
AJAKAN aksi bunuh diri massal memang belum mengemuka di ranah publik. Tapi di jagat maya semakin ramai diperdebatkan. Rasanya ngeri tatkala membaca berita ini.


Kita bisa gabung untuk mengetahui rencana ini secara pasti pada salah satu grup facebook (fb) bernama account, BRANTAS (Barisan Rakyat Anti Tambang di Sumba) yang di-share oleh Aristho Umbu Sabaora Jr (15/07/2011 at 4.50 pm). 


Secara logika hal ini terasa aneh apalagi yang terlibat di dalamnya adalah komunitas intelektual. Mahasiswa diajak untuk melakukan aksi bunuh diri massal sebagai wujud totalitas perjuangan menolak usaha pertambangan. Tidak tanggung-tanggung seratus orang diminta sebagai “martir” dalam aksi bunuh diri massal tersebut tanggal 1 Januari 2012.


Logika tindakan ini amat bodoh.  Tapi tidak bagi mereka yang berjuang.  Ini adalah solusi terakhir untuk membuka mata pengambil kebijakan. Antony Awang, salah satu member grup itu, menanggapi diskusi penolakan saya dengan memberi comment, “Seorang pahlawan tidak harus menikmati hasil perjuangannya.” Menarik apa yang telah dikatakannya itu.


Baca Juga : Siapa Mau Uji Nyali Jadi Orang Jujur?


Rasanya sulit kita temukan pemimpin seperti itu masa kini.  Pemimpin seharusnya menjadi pahlawan. Artinya, ia harus berjuang tanpa pamrih walau harus mengorbankan jiwa raga sekalipun. Lepas dari nilai heroisme itu, hemat saya, anak zaman masa kini harus bertindak lebih cerdas. Tidak perlu bertindak radikalis dan emosional. Dengan bertindak demikian, malahan kita menyela diri sendiri sebelum tujuan tercapai.


Walau rencana ini memang belum hadir ke permukaan, ada baiknya kita waspada.  Jangan sampai ada yang menjadi korban “mati konyol” karena ketidakpekaan kita melihat gejala massif seperti ini.  Dengan demikian, kita perlu menemukan baik niat maupun motif dari rencana aksi bunuh diri massal mereka.


Pertanyaannya. Apakah cara pragmatis ini sebagai solusi yang tepat? Apakah tindakan demikian bisa menghentikan kegiatan pertambangan? Kemudian apa penyebabnya sehingga masalah mengerucut dan berujuang pada ajakan bunuh diri massal?


Titik Buntu


Aksi yang direncanakan oleh kaum muda/mahasiswa/aktivis lingkungan dengan menawarkan “bunuh diri massal” untuk menolak tambang sungguh disesalkan.  Bisa dikatakan mereka telah menemukan titik buntu. 


Secara teoretis bunuh diri ialah perbuatan untuk menamatkan hayat atau perbuatan memusnahkan diri, biasanya karena enggan berhadapan dengan suatu perkara yang dianggap tidak bisa ditangani.  Penyebabnya banyak yang melatarbelakangi aksi bunuh diri itu.


Bunuh diri yang direncanakan oleh sekolompok kaum muda/mahasiswa/aktivis lingkungan hidup ini karena polemik tambang Wanggameti-Sumba Timur.  Perdebatan seputar tambang Wanggameti sudah tersiar luas di berbagai media, termasuk harian ini. Namun begitu, beragam aksi protes mereka sepertinya tak digubris oleh pemerintah.


Sementara itu, kegiatan penambangan terus berlangsung di Wanggameti di bawah kendali PT Fathi Resources Jakarta.  Protes terus berkembang. Bahkan masyarakat di bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu secara tegas menolak eksploitasi tersebut.  Penolakan itu memiliki alasan yang mendasar. 


Baca Juga : Seperti Apa Manifesto Politik Ala Kristiani?


Dasarnya jelas, sejarah telah membuktikan, usaha pertambangan berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan. Selain itu, usaha pertambangan berisiko atau memberi dampak susulan terhadap kerusakan ekosistem dan merusak tatanan sosial-ekologis di tempat tersebut.  Mereka bersikap keras karena tidak mau pengalaman buruk daerah lain  terjadi di bumi Marapu.


Apa yang bisa diperoleh dari usaha pertambangan itu? Maria D Parera menulis dalam kolom opini Pos Kupang (PK) (24/09/2009), Belajar dari Sejarah Pertambangan, menyajikan ungkapan penyesalan perempuan di Molo Utara, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), bahwa usaha pertambangan itu “ibarat orang olah kayu, pemerintah dapat papan, kami (masyarakat) dapat serbuk”.


Bagi pemerintah, kegiatan pertambangan adalah salah satu alternatif sumber devisa atau PAD.  Sehingga pemerintah welcome terhadap tawaran investor (pemilik modal).   Dan untuk melanggengkan  “misi”  kedua pihak tersebut (pejabat dan investor), maka diterbitkan berbagai regulasi yang terkesan instan.


Penolakan kian getol ini oleh para aktivis lingkungan Sumba Timur karena   adanya ancaman yang potensial di masa datang. Seperti yang ditulis Umbu Rihimeha (PK,26/07/2010), bahwa sesuai SK Penunjukan Menteri Kehutanan nomor: 576/Kpts-11/1998, tanggal 3 Agustus 1998, luas kawasan TN (taman nasional) adalah 47.014 Ha.  Kawasan hutan ini adalah kawasan potensial tangkapan air paling besar bagi warga Sumba Timur, dan menghasilkan beberapa sungai besar yang mengalir dan mengairi hampir 75% Pulau Sumba Timur.


Kerusakan pada kawasan ini jelas sangat mempengaruhi ketersediaan air bagi kebutuhan makhluk hidup di Pulau Sumba.  Ihwal inilah yang memang benar-benar dikhawatirkan oleh masyarakat Sumba Timur pada umumnya.


Baca Juga : Jangan Larang Guru Berpolitik


PT  Fathi Resources bisa saja berargumen proyek pertambangan bukan dilakukan dalam wilayah TN Lai Wanggi Wanggameti.  Tetap saja, kegiatan penambangan itu berkontribusi terhadap kerusakan ekosistem di lokasi sekitar kegiatan penambangan.


Hati Nurani


Ketika daya upaya otak tidak mampu untuk memecahkan masalah seperti ini. Lalu,  keserakahan, egoisme, keangkuhan, emosional menguasa diri, manusia perlu mengenakan senjata hati. Kata pepatah, suara hati adalah suara Tuhan.

Jika demikian, rencana aksi bunuh diri massal yang ditawarkan kaum muda kita adalah solusi yang tepat?  Ini justru menimbulkan masalah baru. Bukankah gerbang ruang publik telah dibuka lebar-lebar oleh energi demokrasi?


Kaum muda/mahasiswa/aktivis lingkungan sebenarnya tidak berjuang sendirian. Ada dukungan dari Walhi NTT yang menolak tambang Wanggameti (PK, 15/05/2010). Dukungan serupa datang dari gabungan Komisi DPRD Sumba Timur (PK,5/07/2010). 


Baca Juga : Dalam Konteks Demokrasi : Pemimpin Timbul karena Lingkungan Tidak karena Lahir atau Dilahirkan


Nada penolakan juga disampaikan oleh Emanuel Babu Eha, anggota DPD RI, pada saat seminar nasional tentang “Membongkar Mitos Kesejahteraan di Balik Usaha Pertambangan” yang diselenggarakan oleh GKS-JPIC Keuskupan Weetabula-JPIC -OFM Indonesia di Waingapu 4/06/2011. Beranjak dari beragam pernyataan penolakan tersebut, seyogyanya pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan di usaha pertambangan tersebut.


Kekisruhan seputar usaha tambang di Wanggameti telah membuat banyak orang berbeda pendapat.  Namun jika perbedaan itu harus melahirkan korban nyawa, itu adalah dampak yang fatal. Kami sebagai masyarakat tetap menaruh asa kepada  pejabat daerah, baik pejabat eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Kami yakin bapak/ibu sekalian masih memiliki hati nurani.*


Penulis Bonefasius Sambo

Artikel ini sudah dimuat di Pos Kupang



𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗠𝗮𝗻𝗷𝗮 𝗠𝗼𝗼𝘆 𝗕𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 “𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹”?

https://www.unclebonn.com/2026/02/blog-post_9.html

Terus terang saja, saya baru tahu tentang Manja Mooy diawal Januari 2025 setelah kasus kematian kekasihnya yang merupakan seorang anggota TNI. Sang kekasih mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri.


Kejadian tragis ini pun viral. Manja Mooy dan keluarganya menjadi pihak yang dituduh penyebab kematian almarhum Pratu Andi Tambaru. Informasi yang berseliweran bahwa keluarga Manja Mooy meminta mahar sebesar Rp. 250 juta.


Namun ada akun-akun di-facebook membantah tudingan itu bahwa keluarga besar Manja Mooy belum duduk bersama terkait mahar tersebut. Soal mahar itu masih desas-desus.


Nah, saya tidak akan membahas soal kematian Pratu Andi Tambaru dan kisah cintanya dengan Manja Mooy. Namun tentang mahar dan harga diri perempuan NTT bahkan di seluruh Indonesia yang kental dengan tradisi dan adat istiadatnya.


Di NTT rata-rata mahar untuk perempuan mahal. Karena tradisi adat istiadat masih kental. Selain itu adanya kearifan-kearifan lokal yang memang dipegang teguh dan dipatuhi. 


Kerap status sosial, pendidikan dan nama besar keluarga itu menjadi pertimbangan kenapa belis (mahar) nona NTT jadi mahal. Misalnya di Pulau Sumba pada umumnya. 


Di Sumba dalam konteks kekinian, di kalangan bangsawan hewan mahar minimal puluhan ekor bahkan ada yang ratusan ekor. Itu masih soal hewan, belum bawaan lain. Ada Emas-nya, parang, termasuk orang yang akan disertakan dengan pengantin wanita. 


Prosesnya tidak hanya satu tahap tapi beberapa tahap. Bisa saja ditahap akhir bisa memakan waktu 1 sd 3 hari. Intinya tergantung kesepakatan. 


𝘒𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘒𝘦 𝘔𝘢𝘯𝘫𝘢 𝘔𝘰𝘰𝘺! 


Sesuai judulnya kenapa Manja Mooy Begitu Mahal? Mahalnya saya pake tanda petik. Mahal disini bukan soal duit atau materi. Maksudnya ini berkaitan nilai (value) dan respect atau menaruh rasa hormat. 


Ketika membaca profil seorang Manja Mooy kita akan terkesan dan terkagum-kagum.  Dia artis lokal NTT, bukan modal suara saja tapi punya seabrek prestasi. Dia lulusan guru pendidikan musik, dengan predikat cum laude. Seorang calon guru hebat dan praktisi musik. Dia artis lokal yang multi tallent.  Dia aktif di platform sosial media seperti IG, Tik-Tok dan facebook dengan ratusan ribu followers. 


Jadi, wajar dong jika orang tua dan keluarga mematok belis yang wajar dengan segala capaian anaknya. 


Seandainya jika benar seperti desas desus bahwa maharnya senilai Rp. 250 juta? Saya rasa ini bukan angka yang mutlak.  Ini bisa saja omongan lepas dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Bisa juga ini hanya pukul mental saja - istilahnya orang Kupang. 


Kalaupun pihak laki-laki tidak menyanggupi itu, maka hal ini bisa dianggap sebagai pesan moral buat kaum laki-laki.  Maksudnya tolong jangan sepelekan anak perempuan saya. Tolong kamu jaga. Dengan tidak belis putus maka hubungan keluarga laki-laki dan perempuan tetap terjaga. 


Nah, jadi kawan-kawan dong kalau orang tua perempuan sudah pasang kuda-kuda begitu jangan menyerah bangun komunikasi yang baik pasti ada kemudahan. Pasti ada jalan. Disaat tertentu demi kebahagiaan putrinya orang tua pun akan ikhlas. 


Baca Juga : 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗣𝗶𝗰𝗵𝗲 𝗞𝗼𝘁𝗮!


Artikel ini ditulis, 25 Februari 2025

Sunday, February 8, 2026

Seperti Apa Orang Sumba Menerima Tamu?

https://www.unclebonn.com/2026/02/seperti-apa-orang-sumba-menerima-tamu.html#google_vignette

Guys ini saya tulis untuk teman-teman yang mau berkunjung atau mau bertamu ke rumah orang Sumba. Sumba dalam hal ini Sumba Timur. Kebetulan saya sudah hampir 20-an tahun di Sumba Timur setidaknya ada sedikit pengalaman untuk dibagikan. 


Begini...


Bertandang ke rumah orang sumba yang pertama so pasti kita akan disuguhi pahappa (sirih-pinang). Setelah itu kopi. Bisa juga teh jika tamu tidak biasa minum kopi. Ya kalau bisa apa yang disuguhkan tuan rumah, terima sajalah.


Baca Juga : Kesederhanaan Wanita Sumba


Sirih pinang itu suguhan wajib. Itu murapakan adab yang sudah menjadi tradisi bagi orang Sumba, guys. 


Di Sumba Timur secara sosial-budaya ada strata sosialnya. Sehingga saat kita menyapa atau bertutur kata perlu dijaga. Tidak bisa ceplas-ceplos. Namun bagi tamu yang bukan orang Sumba tentu akan sedikit dimaklumi walau demikian kita perlu berusaha menjadi pribadi yang baik.


Memanggil orang sumba dengan sapaan umbu atau rambu di luar pulau Sumba atau pada kegiatan umum itu sebuah apresiasi atau penghargaan. Namun dalam prosesi adat atau pada rumah-rumah yang memegang teguh adat dan budaya setempat kita perlu sedikit hati-hati pada pribadi-pribadi tertentu. Jika salah menyapa bisa-bisa didenda secara adat pula.


Selain menjaga tutur kata, kita juga dalam mengambil posisi duduk di kursi atau saat menuruni tangga jangan sampai terjatuh.  Harus hati-hati. Jika jatuh dan diketahui oleh tuan rumah maka ada tata cara adat yang mesti dilakukan untuk “mengembalikan aura” seseorang yang jatuh di rumah orang Sumba.


Berikut yang tak kalah keren, bagi tamu-tamu baru atau orang-orang tertentu ketika bertandang ke rumah orang Sumba akan dijamu dengan baik. 


Baca Juga : Pulau Sumba yang Sedang Indah-indahnya Hari Ini


Diluar prosesi adat, menyajikan tamu dengan hidangan ayam bakar atau menu ayam berkuah itu sering dilakukan walaupun tuan rumah sendiri jarang makan daging ayam yang mereka pelihara. Atau mungkin sedang dalam kesulitan namun mereka akan berusaha melayani tamu sebaik mungkin.


Makan daging bagi orang Sumba itu sudah menjadi kebiasaan.  Daging itu seperti menu wajib bagi orang Sumba karena setiap acara adat, potong atau sembelih hewan dalam jumlah banyak itu biasa dilakukan. Secara umum orang Sumba bukan orang yang vegetarian. 


Nah kalau orang Sumba bertamu ke rumah kita janganlah kita sering-sering sajikan sayur mulu, sajikan juga menu yang ada daging-dagingnya. 


Menurut teman-teman bagaimana, guys? 

Baca Juga : Sikap Adaptatif Ata Ende dalam Budaya Tau Humba