Terima Kasih Telah Berkunjung ke Unclebonn.com unclebonn.com

Tuesday, February 10, 2026

Yuk Berkenalan dengan Dua Guru SMK Negeri 1 Pandawai yang Pindah Ke SMA Negeri 1 Rindi Umalulu dan SMK Negeri 3 Pahunga Lodu

https://www.unclebonn.com/2026/02/yuk-berkenalan-dengan-dua-guru-smk.html

Teman-teman dua sekolah yang saya sebutkan di atas pasti sedang bertanya-tanya siapa sih guru baru kami? 


Nah berikut saya spill profil dan potensi mereka masing-masing. Mudah-mudahan bisa membantu. Maaf tapi tidak terang benderang soal profil mereka karena demi menjaga hak-hak privat mereka. 


Yang jelas yang ke SMK Negeri 3 Pahunga Lodu itu Ibu Anastasia Yulita Talan, S.Pi.,Gr (kiri) dan yang ke SMA Negeri 1 Rindi Umalulu namanya Ibu Tamar Marselina Djada Tiri, S.Pd.,Gr (kanan).


Baca Juga : Resty, Remaja Putri yang Bekerja di Bengkel Motor


Ibu Anastasia selama di SMK Negeri 1 Pandawai mengajar Dasar-Dasar Nautika Kapal Penangkap Ikan, selain itu beliau seorang wali kelas yang sangat keibuan dan profesional. Beliau juga mengampuh mapel Kreativitas, Inovasi dan Kewirausahaan. Sebagai guru beliau memiliki potensi untuk terus berkembang.


Kemudian Ibu Tamar. Beliau ini guru yang mengajar banyak mata pelajaran dan berbagai tugas tambahan. Besiknya guru kimia. Saat masih di SMK Negeri 1 Pandawai beliau mengampuh mapel IPAS, Kreativitas, inovasi dan Kewirausahaan, serta Informatika. Dia juga anggota Tim Kurikulum


Selain itu, karena SMK Negeri 1 Pandawai merupakan sekolah binaan Yayasan Astra,  beliau dipilih menjadi Guru Pengubah dari beberapa member Tim Taskforce (Satuan Tugas Core Value CERDAS). Ibu Tamar juga pernah mengikuti diklat yang berkaitan dengan pemanfaatan IoT untuk Agribisnis Ternak Unggas


Baca Juga : Mengenal Keistimewaan Tenunan Kaliuda


Kira-kira begitulah teman-teman bocor halus tentang profil kedua guru SMK Negeri 1 Pandawai. Ya, kalau nanti mereka ada kurang-kurangnya itu manusiawi. No one is perfect!


Untuk kedua mantan teman dari SMK Negeri 1 Pandawai kami ucapkan selamat bertugas di tempat tugas baru. Sukses selalu dan Tuhan memberkati. Amin.


Integritas sebagai Fondasi dalam Membangun Ekosistem Kepemimpinan Pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai

https://www.unclebonn.com/2026/02/integritas-sebagai-fondasi-dalam.html

Apa impianmu setelah mengikuti workshop Core Values Cerdas


Saya sangat berharap setiap guru di SMK Negeri 1 Pandawai memiliki kesadaran penuh dalam melaksanakan tugas dan fungsinya seoptimal mungkin atau selaras dengan  visi-misi Yayasan Astra (Yayasan Pedidikan Astra-Michael D Ruslim) yakni menjadi guru yang profesional dan melayani. 


Guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan, serta mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan maksimal. 


Melayani artinya guru melaksanakan tugasnya dengan itikad baik, memiliki niat yang tulus, tidak berpura-pura dan terus mengembangkan pembelajaran yang berpihak pada murid atau memenuhi kebutuhan belajar murid. 


Baca Juga : Lonceng Kematian dari Usaha Pertambangan


Tugas melayani seorang guru seperti yang diharapkan oleh Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Micahel D Ruslim itu sebenarnya sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan yang berpihak pada murid adalah pendidikan yang ”bebas dari segala ikatan dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk meminta sesuaitu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak.”


Dikutip dari buku Pedagogik Telaah Kritis Ilmu Pendidikan dalam Multiperspektif, Yusuf Tri Herlambang (2018: 159), dalam rangka melaksanakan peran tersebut, pendidik hendaknya “berhamba” pada anak. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan yang berhamba pada anak artinya seorang pendidik harus memiliki kesadaran diri untuk melaksanakan tanggung jawabnya tanpa pamrih. Pendidik tidak meminta atau menuntut sesuatu hak apapun, sehingga lebih memiliki idealisme pendidikan.


Dalam membangun sebuah ekosistem pendidikan diperlukan adalah sebuah idelisme yakni pendidik yang punya kesadaran diri sekaligus melaksanakan tanggung jawabnya. 


Dalam presepsi penulis yang dimaksud dengan idealisme pendidikan saya sebut sebagai integritas. Nilai-nilai integritas ini sejatinya harus tecermin dalam kehidupan di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat bahkan ini dijadikan sebagai fondasi dan keadaban sekolah. 


Baca Juga : Contoh Visi, Misi dan Program Kerja Calon Kepala Desa


Integritas adalah suatu kualitas, sifat, atau keadaan yang menunjukkan keutuhan atau kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan untuk memancarkan kewibawaan atau kejujuran. Secara sederhana, integritas dapat diartikan sebagai keutuhan karakter dan prinsip moral seseorang.


Dari penjelasan di atas profil seorang guru yang memiliki integritas bahwa guru merupakan seorang pribadi yang jujur artinya bertindak dan berkata dengan benar dan tidak menipu. Konsisten bahwa guru tersebut perkataan dan tindakan selaras dengan nilai-nilai yang dianut. Guru tersebut bertanggung jawab artinya ia mampu menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik. 


Seorang guru juga mampu menjaga rahasia yakni mempertahankan kepercayaan yang diberikan. Guru juga punya sikap menghormati hak-hak dan martabat orang lain. Seorang guru sejatinya bersikap adil dalam segala tindakan dan keputusan. Ia juga memegang teguh asas transparansi maksudnya bersikap terbuka dan jujur dalam menyampaikan informasi.


Membangun Ekosistem Pembelajaran 


Untuk mewujudkan SMK Negeri 1 Pandawai sebagai sekolah vokasi unggul dan berwawasan global diperlukan ekosistem pembelajaran efektif, integratif dan holistik. Ekosistem pembelajaran adalah sistem yang saling berhubungan yang mencakup orang, konten, teknologi, budaya, dan strategi, yang semuanya memiliki dampak pada pembelajaran formal maupun informal dalam satu sekolah.


Baca Juga : Modus Penipuan kepada Siswa dengan Mencatutkan Nama Guru di SMK Negeri 1 Pandawai


Sekali lagi, agar terciptanya ekosistem pembelajaran yang efektif, integratif dan holistik diperlukan karakter yang kuat dari komunitas sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Seperti dijelaskan di atas integritas tidak sekedar slogan tapi harus diwujudnyatakan dalam aktivitas pembelajaran dan penerapan budaya positif sekolah. Seorang guru dia memegang teguh prinsip keguruan dan etika profesi. Dia bukan guru yang mencla-mencle atau menjadi benalu bagi sekolahnya. 


Harus diketahui bahwa tujuan dari membangun ekosistem pembelajaran untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kaya, fleksibel, dan relevan. Disini yang berperan sebagai elemen utama adalah sumber daya manusia-nya dalam hal ini guru. Guru berperan penting dalam mengelola aset-aset atau sumberdaya yang ada di sekolah sehingga menciptakan lingkungan simbiosis dan interaksi dengan berbagai sumber daya yang pada akhirnya bermuara pada pemenuhan kebutuhan belajar murid. 


Membangun ekosistem pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai adalah mengintegrasikan karakter Core Values Cerdas (Cermat, Dinamis, Antusias, dan Sinergis) pada kurikulum sekolah dan non kurikulum. Integrasi karakter non kurikulum dilaksanakan diluar jam pembelajaran aktif. 


Pada pelaksanaan pembelajaran guru juga bisa memasukan berbagai strategi maupun pendekatan yang ditawarkan Yayasan Astra seperti Tandur : tumbuhkan, alami, namai, demonstrasi, ulangi, dan rayakan. Beragam strategi maupun pendekatan ini mengambarkan karakter pembelajaran kekinian yang kaya, fleksibel namun harus tetap memperhatikan konteks dan relevansinya. 


Baca Juga : Seperti Apa Manifesto Politik Ala Kristiani?


Praktik pelaksanaan pembelajaran dengan tujuan menginternalisasi nilai-nilai karakter CERDAS yang menjadi bagian dari intervensi Yayasan Astra ini harus disambut antusias dan dilaksanakan secara kolaborasi dan penuh tanggung jawab. Para guru harus open minded dalam setiap dinamika pengembangan bahan ajar. Guru harus mampu mengembang konten-konten pembelajaran secara rutin dan berjenjang.


Kepemimpinan Pembelajaran 


Untuk mengimplementasikan beragam pendekatan maupun strategi untuk mewujudkan ekosistem pembelajaran yang efektif, integratif dan holistik diperlukan kepemimpinan pembelajaran yang berkualitas sehingga mampu menghadirkan konten-konten pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan murid yang unik dan beragam. 


Kepemimpinan pembelajaran yang dimaksud adalah kepemimpinan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. 


Maksud dari kepemimpinan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah pendekatan kepemimpinan yang berfokus pada pengembangan dan pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik. Pemimpin pembelajaran yang berpusat pada peserta didik membantu peserta didik untuk mengambil kendali atas pembelajaran mereka sendiri, mendorong motivasi dan keterlibatan yang lebih besar, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.


Lantas seperti apa implementasi kepemimpinan pembelajaran di SMK Negeri 1 Pandawai? Dari laporan hasil pengamatan Yayasan Astra dan Hasil Pengamatan Penulis pada saat pelaksanaan Gebyar SMK tahun 2025 (2-3 Mei 2025) dan laporan guru-guru pendamping bahwa kemampuan murid atau peserta didik belum nampak pada aspek sikap yakni percaya diri. Di aspek lain adalah kemampuan bernalar kritis dan komunikasi. Dikatakan bahwa peserta didik belum mampu tampil percaya diri serta kecakapan berkomunikasi secara efektif saat menjawab atau mempresentasikan produk unggulan dan inovasi ketika dimintai keterangan. Artinya murid saat ini belum merepresentasikan profil murid abad 21


Baca Juga : Pancasila Lahir Tanpa Henti untuk Negeri


Apa yang menyebabkan murid belum memenuhi tuntutan kompetensi pembelajaran Abad 21 atau sering disebut sebagai "4C" (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity) karena pola penyelenggaran pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru-guru di SMK Negeri 1 Pandawai masih bersifat tradisional. Maksudnya pembelajaran yang dilaksanakan lebih dominan ceramah ketimbang mengunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran. Guru juga belum mampu mengembangkan pembelajaran ke level HOTs (Higher Order Thinking Skill) atau pada tataran berpikir tingkat tinggi. Yang terjadi dilapangan guru masih mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik pada level rendah. 


Langkah-langkah untuk menghadirkan profil murid abad 21 atau mewujudkan SMK Negeri 1 Pandawai menjadi sekolah unggul berwawasan global adalah menerapkan prinsip Plan, Do, Check dan Action (PDCA). Secara implementatiff dapat dijelaskan sebagai berikut sekolah perlu melakukan perencanaan yang matang program kerja kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program studi, dan para guru mata pelajaran. Perlu ada pelaksanaan program. Kemudian lakukan evaluasi dan hasil evaluasi harus ditindaklanjuti. Pada akhirnya PDCA menjadi sebuah siklus yang dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. 


Penutup 


Integritas itu mengandung nilai-nilai universal seperti kejujuran, konsistensi, bertanggung jawab, menjaga rahasia, penghormatan, keadilan, dan transparansi. Nilai-nilai ini memampukan seorang guru untuk membangun sebuah ekosistem pembelajaran efektif, integratif, dan holistik untuk menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Impelemtasinya diperlukan sebuah sistem kepemimpinan pembelajaran yang berkualitas sehingga dapat mewujudkan profil murid abad 21 yang "4C" (Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity). 


𝗧𝗿𝗶𝗸 𝗠𝗲𝗺𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗧𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗶𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂𝗮𝗻!

https://www.unclebonn.com/2026/02/blog-post_10.html

𝐆𝐮𝐲𝐬! 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐮𝐥𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐥𝐞𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐛𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐲𝐚𝐤𝐧𝐢 𝐭𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮𝐚𝐧. 


Kawanku, kalau masih tiga bintang sih itu aman. Kemudian 100 bintang dan seterusnya. Ini sudah menjadi beban sendiri. Lalu kira-kira caranya bagaimana? 


𝙋𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖, kita harus berinvestasi. Kita mesti deposit bintang.  Setelah itu, kita harus membagi bintang ke teman lain dan kita berharap ada inisiatif dari mereka untuk membalasnya.  Nah, kalau pun tidak dibalas maka anggap saja itu sebagai bentuk apresiasi tanpa batas. 


𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖, konten kita harus bagus dan berkualitas. Orang-orang yang membagi bintang karena kualitas konten itu mereka yang memberi tanpa berharap.  Itu murni bentuk apresiasi kepada konten kreator lain karena kreatifitasnya. 


𝙆𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖, memahami “umpan cantik”  pemberi bintang.  Guys di facebook tidak ada yang lama-lama memberi bintang secara gratis.  Butuh hubungan kausalitas mutualistik. Maksudnya ada kesadaran kolektif tentang sebab-akibat dan saling menguntungkan. 


Baca Juga : 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗹𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗶𝘁𝘂 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗦𝘂𝗿𝗶! 𝗗𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗔𝗸𝘂𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮 𝗦𝘂𝗵𝘂


Jika kita sekedar menerima tanpa memberi orang akan enggan untuk memberikan bintang lagi kepada kita. Tidak hanya itu, kadang-kadang mereka juga menunggu lompatan sikap kita apakah mau bermain aman dengan rasio 1 : 1 atau butuh lompatan jauh ke depan mau main dengan rasio 1 : 3, 1 : 10, 1 : 30, 1 : 100 atau mau bermain yang lebih ekstrem lagi? Namun kalau mau main yang ekstrem lihat juga pergerakan orang tersebut? Dianya punya inisiatif yang sama atau kagak?


Nah begitu teman-teman. Di sosial media (Facebook Profesional) alias FB Pro butuh kesadaran bersama bahwa kita punya sumbangsih untuk menciptakan lentingan bagi konten kreator lainnya. Karena apa? Tidak semua akan jadi sultan di FB Pro karena “seleksi alamnya” begitu ketat di tengah masifnya kehadiran konten kreator pemula.


Lalu banyak yang bertanya apakah saya selama ini memberi dengan hitung-hitungan? 


Saya sudah tahu konsekuensinya. Namun di 100 bintang pertama saya ada tawar menawar dengan para konten kreator lain untuk target itu. Ada 𝘵𝘢𝘬𝘦 𝘢𝘯𝘥 𝘨𝘪𝘷𝘦 disitu. Itu lumrah saja. 


Baca Juga : Ayo Menulis Menggunakan Google Docs! Berikut Langkah-langkahnya


Orang berlomba-lomba di Facebook Profesional karena ada janji CUAN disitu. Jadi otak-nya sudah terkontaminasi bisnis. Kalau sudah demikian tidak ada yang makan siang gratis, bossku! Walau nanti ada yang negative thinking sama ane, sungguh ini opini yang paling realistis, guys!


Salam Damai, 

Monday, February 9, 2026

Lonceng Kematian dari Usaha Pertambangan

https://www.unclebonn.com/2026/02/lonceng-kematian-dari-usaha-pertambangan.html
AJAKAN aksi bunuh diri massal memang belum mengemuka di ranah publik. Tapi di jagat maya semakin ramai diperdebatkan. Rasanya ngeri tatkala membaca berita ini.


Kita bisa gabung untuk mengetahui rencana ini secara pasti pada salah satu grup facebook (fb) bernama account, BRANTAS (Barisan Rakyat Anti Tambang di Sumba) yang di-share oleh Aristho Umbu Sabaora Jr (15/07/2011 at 4.50 pm). 


Secara logika hal ini terasa aneh apalagi yang terlibat di dalamnya adalah komunitas intelektual. Mahasiswa diajak untuk melakukan aksi bunuh diri massal sebagai wujud totalitas perjuangan menolak usaha pertambangan. Tidak tanggung-tanggung seratus orang diminta sebagai “martir” dalam aksi bunuh diri massal tersebut tanggal 1 Januari 2012.


Logika tindakan ini amat bodoh.  Tapi tidak bagi mereka yang berjuang.  Ini adalah solusi terakhir untuk membuka mata pengambil kebijakan. Antony Awang, salah satu member grup itu, menanggapi diskusi penolakan saya dengan memberi comment, “Seorang pahlawan tidak harus menikmati hasil perjuangannya.” Menarik apa yang telah dikatakannya itu.


Baca Juga : Siapa Mau Uji Nyali Jadi Orang Jujur?


Rasanya sulit kita temukan pemimpin seperti itu masa kini.  Pemimpin seharusnya menjadi pahlawan. Artinya, ia harus berjuang tanpa pamrih walau harus mengorbankan jiwa raga sekalipun. Lepas dari nilai heroisme itu, hemat saya, anak zaman masa kini harus bertindak lebih cerdas. Tidak perlu bertindak radikalis dan emosional. Dengan bertindak demikian, malahan kita menyela diri sendiri sebelum tujuan tercapai.


Walau rencana ini memang belum hadir ke permukaan, ada baiknya kita waspada.  Jangan sampai ada yang menjadi korban “mati konyol” karena ketidakpekaan kita melihat gejala massif seperti ini.  Dengan demikian, kita perlu menemukan baik niat maupun motif dari rencana aksi bunuh diri massal mereka.


Pertanyaannya. Apakah cara pragmatis ini sebagai solusi yang tepat? Apakah tindakan demikian bisa menghentikan kegiatan pertambangan? Kemudian apa penyebabnya sehingga masalah mengerucut dan berujuang pada ajakan bunuh diri massal?


Titik Buntu


Aksi yang direncanakan oleh kaum muda/mahasiswa/aktivis lingkungan dengan menawarkan “bunuh diri massal” untuk menolak tambang sungguh disesalkan.  Bisa dikatakan mereka telah menemukan titik buntu. 


Secara teoretis bunuh diri ialah perbuatan untuk menamatkan hayat atau perbuatan memusnahkan diri, biasanya karena enggan berhadapan dengan suatu perkara yang dianggap tidak bisa ditangani.  Penyebabnya banyak yang melatarbelakangi aksi bunuh diri itu.


Bunuh diri yang direncanakan oleh sekolompok kaum muda/mahasiswa/aktivis lingkungan hidup ini karena polemik tambang Wanggameti-Sumba Timur.  Perdebatan seputar tambang Wanggameti sudah tersiar luas di berbagai media, termasuk harian ini. Namun begitu, beragam aksi protes mereka sepertinya tak digubris oleh pemerintah.


Sementara itu, kegiatan penambangan terus berlangsung di Wanggameti di bawah kendali PT Fathi Resources Jakarta.  Protes terus berkembang. Bahkan masyarakat di bumi Matawai Amahu Pada Njara Hamu secara tegas menolak eksploitasi tersebut.  Penolakan itu memiliki alasan yang mendasar. 


Baca Juga : Seperti Apa Manifesto Politik Ala Kristiani?


Dasarnya jelas, sejarah telah membuktikan, usaha pertambangan berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan. Selain itu, usaha pertambangan berisiko atau memberi dampak susulan terhadap kerusakan ekosistem dan merusak tatanan sosial-ekologis di tempat tersebut.  Mereka bersikap keras karena tidak mau pengalaman buruk daerah lain  terjadi di bumi Marapu.


Apa yang bisa diperoleh dari usaha pertambangan itu? Maria D Parera menulis dalam kolom opini Pos Kupang (PK) (24/09/2009), Belajar dari Sejarah Pertambangan, menyajikan ungkapan penyesalan perempuan di Molo Utara, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), bahwa usaha pertambangan itu “ibarat orang olah kayu, pemerintah dapat papan, kami (masyarakat) dapat serbuk”.


Bagi pemerintah, kegiatan pertambangan adalah salah satu alternatif sumber devisa atau PAD.  Sehingga pemerintah welcome terhadap tawaran investor (pemilik modal).   Dan untuk melanggengkan  “misi”  kedua pihak tersebut (pejabat dan investor), maka diterbitkan berbagai regulasi yang terkesan instan.


Penolakan kian getol ini oleh para aktivis lingkungan Sumba Timur karena   adanya ancaman yang potensial di masa datang. Seperti yang ditulis Umbu Rihimeha (PK,26/07/2010), bahwa sesuai SK Penunjukan Menteri Kehutanan nomor: 576/Kpts-11/1998, tanggal 3 Agustus 1998, luas kawasan TN (taman nasional) adalah 47.014 Ha.  Kawasan hutan ini adalah kawasan potensial tangkapan air paling besar bagi warga Sumba Timur, dan menghasilkan beberapa sungai besar yang mengalir dan mengairi hampir 75% Pulau Sumba Timur.


Kerusakan pada kawasan ini jelas sangat mempengaruhi ketersediaan air bagi kebutuhan makhluk hidup di Pulau Sumba.  Ihwal inilah yang memang benar-benar dikhawatirkan oleh masyarakat Sumba Timur pada umumnya.


Baca Juga : Jangan Larang Guru Berpolitik


PT  Fathi Resources bisa saja berargumen proyek pertambangan bukan dilakukan dalam wilayah TN Lai Wanggi Wanggameti.  Tetap saja, kegiatan penambangan itu berkontribusi terhadap kerusakan ekosistem di lokasi sekitar kegiatan penambangan.


Hati Nurani


Ketika daya upaya otak tidak mampu untuk memecahkan masalah seperti ini. Lalu,  keserakahan, egoisme, keangkuhan, emosional menguasa diri, manusia perlu mengenakan senjata hati. Kata pepatah, suara hati adalah suara Tuhan.

Jika demikian, rencana aksi bunuh diri massal yang ditawarkan kaum muda kita adalah solusi yang tepat?  Ini justru menimbulkan masalah baru. Bukankah gerbang ruang publik telah dibuka lebar-lebar oleh energi demokrasi?


Kaum muda/mahasiswa/aktivis lingkungan sebenarnya tidak berjuang sendirian. Ada dukungan dari Walhi NTT yang menolak tambang Wanggameti (PK, 15/05/2010). Dukungan serupa datang dari gabungan Komisi DPRD Sumba Timur (PK,5/07/2010). 


Baca Juga : Dalam Konteks Demokrasi : Pemimpin Timbul karena Lingkungan Tidak karena Lahir atau Dilahirkan


Nada penolakan juga disampaikan oleh Emanuel Babu Eha, anggota DPD RI, pada saat seminar nasional tentang “Membongkar Mitos Kesejahteraan di Balik Usaha Pertambangan” yang diselenggarakan oleh GKS-JPIC Keuskupan Weetabula-JPIC -OFM Indonesia di Waingapu 4/06/2011. Beranjak dari beragam pernyataan penolakan tersebut, seyogyanya pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan di usaha pertambangan tersebut.


Kekisruhan seputar usaha tambang di Wanggameti telah membuat banyak orang berbeda pendapat.  Namun jika perbedaan itu harus melahirkan korban nyawa, itu adalah dampak yang fatal. Kami sebagai masyarakat tetap menaruh asa kepada  pejabat daerah, baik pejabat eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Kami yakin bapak/ibu sekalian masih memiliki hati nurani.*


Penulis Bonefasius Sambo

Artikel ini sudah dimuat di Pos Kupang



𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗠𝗮𝗻𝗷𝗮 𝗠𝗼𝗼𝘆 𝗕𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂 “𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹”?

https://www.unclebonn.com/2026/02/blog-post_9.html

Terus terang saja, saya baru tahu tentang Manja Mooy diawal Januari 2025 setelah kasus kematian kekasihnya yang merupakan seorang anggota TNI. Sang kekasih mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri.


Kejadian tragis ini pun viral. Manja Mooy dan keluarganya menjadi pihak yang dituduh penyebab kematian almarhum Pratu Andi Tambaru. Informasi yang berseliweran bahwa keluarga Manja Mooy meminta mahar sebesar Rp. 250 juta.


Namun ada akun-akun di-facebook membantah tudingan itu bahwa keluarga besar Manja Mooy belum duduk bersama terkait mahar tersebut. Soal mahar itu masih desas-desus.


Nah, saya tidak akan membahas soal kematian Pratu Andi Tambaru dan kisah cintanya dengan Manja Mooy. Namun tentang mahar dan harga diri perempuan NTT bahkan di seluruh Indonesia yang kental dengan tradisi dan adat istiadatnya.


Di NTT rata-rata mahar untuk perempuan mahal. Karena tradisi adat istiadat masih kental. Selain itu adanya kearifan-kearifan lokal yang memang dipegang teguh dan dipatuhi. 


Kerap status sosial, pendidikan dan nama besar keluarga itu menjadi pertimbangan kenapa belis (mahar) nona NTT jadi mahal. Misalnya di Pulau Sumba pada umumnya. 


Di Sumba dalam konteks kekinian, di kalangan bangsawan hewan mahar minimal puluhan ekor bahkan ada yang ratusan ekor. Itu masih soal hewan, belum bawaan lain. Ada Emas-nya, parang, termasuk orang yang akan disertakan dengan pengantin wanita. 


Prosesnya tidak hanya satu tahap tapi beberapa tahap. Bisa saja ditahap akhir bisa memakan waktu 1 sd 3 hari. Intinya tergantung kesepakatan. 


𝘒𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘒𝘦 𝘔𝘢𝘯𝘫𝘢 𝘔𝘰𝘰𝘺! 


Sesuai judulnya kenapa Manja Mooy Begitu Mahal? Mahalnya saya pake tanda petik. Mahal disini bukan soal duit atau materi. Maksudnya ini berkaitan nilai (value) dan respect atau menaruh rasa hormat. 


Ketika membaca profil seorang Manja Mooy kita akan terkesan dan terkagum-kagum.  Dia artis lokal NTT, bukan modal suara saja tapi punya seabrek prestasi. Dia lulusan guru pendidikan musik, dengan predikat cum laude. Seorang calon guru hebat dan praktisi musik. Dia artis lokal yang multi tallent.  Dia aktif di platform sosial media seperti IG, Tik-Tok dan facebook dengan ratusan ribu followers. 


Jadi, wajar dong jika orang tua dan keluarga mematok belis yang wajar dengan segala capaian anaknya. 


Seandainya jika benar seperti desas desus bahwa maharnya senilai Rp. 250 juta? Saya rasa ini bukan angka yang mutlak.  Ini bisa saja omongan lepas dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Bisa juga ini hanya pukul mental saja - istilahnya orang Kupang. 


Kalaupun pihak laki-laki tidak menyanggupi itu, maka hal ini bisa dianggap sebagai pesan moral buat kaum laki-laki.  Maksudnya tolong jangan sepelekan anak perempuan saya. Tolong kamu jaga. Dengan tidak belis putus maka hubungan keluarga laki-laki dan perempuan tetap terjaga. 


Nah, jadi kawan-kawan dong kalau orang tua perempuan sudah pasang kuda-kuda begitu jangan menyerah bangun komunikasi yang baik pasti ada kemudahan. Pasti ada jalan. Disaat tertentu demi kebahagiaan putrinya orang tua pun akan ikhlas. 


Baca Juga : 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗣𝗶𝗰𝗵𝗲 𝗞𝗼𝘁𝗮!


Artikel ini ditulis, 25 Februari 2025

Sunday, February 8, 2026

Seperti Apa Orang Sumba Menerima Tamu?

https://www.unclebonn.com/2026/02/seperti-apa-orang-sumba-menerima-tamu.html#google_vignette

Guys ini saya tulis untuk teman-teman yang mau berkunjung atau mau bertamu ke rumah orang Sumba. Sumba dalam hal ini Sumba Timur. Kebetulan saya sudah hampir 20-an tahun di Sumba Timur setidaknya ada sedikit pengalaman untuk dibagikan. 


Begini...


Bertandang ke rumah orang sumba yang pertama so pasti kita akan disuguhi pahappa (sirih-pinang). Setelah itu kopi. Bisa juga teh jika tamu tidak biasa minum kopi. Ya kalau bisa apa yang disuguhkan tuan rumah, terima sajalah.


Baca Juga : Kesederhanaan Wanita Sumba


Sirih pinang itu suguhan wajib. Itu murapakan adab yang sudah menjadi tradisi bagi orang Sumba, guys. 


Di Sumba Timur secara sosial-budaya ada strata sosialnya. Sehingga saat kita menyapa atau bertutur kata perlu dijaga. Tidak bisa ceplas-ceplos. Namun bagi tamu yang bukan orang Sumba tentu akan sedikit dimaklumi walau demikian kita perlu berusaha menjadi pribadi yang baik.


Memanggil orang sumba dengan sapaan umbu atau rambu di luar pulau Sumba atau pada kegiatan umum itu sebuah apresiasi atau penghargaan. Namun dalam prosesi adat atau pada rumah-rumah yang memegang teguh adat dan budaya setempat kita perlu sedikit hati-hati pada pribadi-pribadi tertentu. Jika salah menyapa bisa-bisa didenda secara adat pula.


Selain menjaga tutur kata, kita juga dalam mengambil posisi duduk di kursi atau saat menuruni tangga jangan sampai terjatuh.  Harus hati-hati. Jika jatuh dan diketahui oleh tuan rumah maka ada tata cara adat yang mesti dilakukan untuk “mengembalikan aura” seseorang yang jatuh di rumah orang Sumba.


Berikut yang tak kalah keren, bagi tamu-tamu baru atau orang-orang tertentu ketika bertandang ke rumah orang Sumba akan dijamu dengan baik. 


Baca Juga : Pulau Sumba yang Sedang Indah-indahnya Hari Ini


Diluar prosesi adat, menyajikan tamu dengan hidangan ayam bakar atau menu ayam berkuah itu sering dilakukan walaupun tuan rumah sendiri jarang makan daging ayam yang mereka pelihara. Atau mungkin sedang dalam kesulitan namun mereka akan berusaha melayani tamu sebaik mungkin.


Makan daging bagi orang Sumba itu sudah menjadi kebiasaan.  Daging itu seperti menu wajib bagi orang Sumba karena setiap acara adat, potong atau sembelih hewan dalam jumlah banyak itu biasa dilakukan. Secara umum orang Sumba bukan orang yang vegetarian. 


Nah kalau orang Sumba bertamu ke rumah kita janganlah kita sering-sering sajikan sayur mulu, sajikan juga menu yang ada daging-dagingnya. 


Menurut teman-teman bagaimana, guys? 

Baca Juga : Sikap Adaptatif Ata Ende dalam Budaya Tau Humba

𝗣𝗲𝗺𝘂𝗹𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗶𝘁𝘂 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗦𝘂𝗿𝗶! 𝗗𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗔𝗸𝘂𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮 𝗦𝘂𝗵𝘂

https://www.unclebonn.com/2026/02/blog-post_8.html
Saya sepakat dengan status dari rekan konten kreator, Pak Vinsensius Tamo Ama. Yang intinya bahwa pemula membutuhkan interaksi.  Dan itu bisa benar bestie. Yuk simak penjelasannya.


Yang namanya pemula dia tentu mulai belajar bagaimana edit video, menulis captionmembuat tagar, melakukan analisa waktu, membaca tren dan lain-lain.  Dan diapun harus mulai berinteraksi dengan orang lain.


Ceritanya begini. Kadang-kadang konten kreator lain punya hati. Mereka akan membalas atau berkunjung ke akun facebook kita atau saling membangun interaksi. Setelah melihat antusiame kita sebagai pemula - itu yang peka ya.


Dari saling berinteraksi maka akan ke tahap selanjutnya yakni diskusi dan sharing pengalaman.  


Saya sendiri juga kerap dibantu oleh para konten kreator lain yang memang memiliki jam terbang tinggi ketimbang saya. Mereka bahkan membagikan pengikut mereka kepada saya. Itu namanya saling pengertian dan saling support. 


Pada intinya bahwa pemula harus memulai berinteraksi bahkan membangun interaksi yang setia dan mutualistik. Minimal kasihlah Like atau emoji apalah. 


Lantas bagaimana dengan eksistensi akun para suhu apakah akan terus melangit


Tidak ada jaminan, bossku.  Dia akan mendapati kondisi jenuh dari followersnya ketika dia masa bodoh dan tidak peka. Bayangkan saja ratusan ribu akun yang follow akunnya namun dia hanya menikmati tanpa follow back. Inilah yang membangun titik jenuh dan akan terjadi eksodus besar-besaran dari akunnya. Atau unfollow ramai-ramai secara sistemik dan masif.


Teman-teman semua. Di dunia maya ini tidak ada yang permanen. Semua itu hanya berupa fenomena yang singkat dan mudah berubah.  Dia mengikuti tren.  Jika tidak ada improvisasi dan saling respect kita akan di-kick. Yakin saja itu bestie. 


Setiap akun akan runtuh ketika dia kehilangan kepekaan dan respect kepada orang-orang yang men-support-nya.  Tidak ada pengaruhnya dengan tubuh bohai, pesona kecantikan atau ketampanan walau muka difermak dengan beauty effect,  dan lain sebagainya. 


Apalagi jadi konten kreator di Facebook Profesional tidak serumit di youtube. Orang cenderung berlomba-lomba membangun akunnya ketimbang menjadi penonton setia. Bisa saja dia akan bermigrasi. 


Namun orang-orang yang membangun personal branding yang smart, berkarakter dan pribadi yang respect pada followers-nya dia akan dikenang say! Begitulah kira-kira penjelasannya | Salam Damai,


Saturday, February 7, 2026

Mengapa Guru Lost Control dan Melakukan Kontak Fisik kepada Muridnya?

https://www.unclebonn.com/2026/02/mengapa-guru-lost-control-dan-melakukan.html

Membatasi kebebasan anak dalam berekspresi : bertutur kata dan bertindak di dunia pendidikan bertujuan membangun kesadaran murid tentang hidup bersama ditengah komunitas masyarakat bahkan di dunia kerja. Biar mereka tahu apa yang mereka sukai atau kerjakan bahkan rayakan tidak semuanya diterima atau dirayakan oleh orang lain.  


Dunia kerja pun membutuhkan SOP (Standar Operasional Prosedur). Keterampilan tanpa prosedur pun akan beresiko.  


Dunia membutuhkan keteraturan oleh karena itu dibutuhkan sebuah tatanan. 


Tuhan yang menciptakan manusia untuk menguasai bumi dan isinya namun tetap saja kepada manusia diberikan roh hikmat dan akal budi agar manusia bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk.


Baca Juga : Seandainya Saya Seorang Politisi


Memang dunia pendidikan itu melarang tindakan kekerasan melalui kontak fisik, hukuman fisik maupun verbal. Namun tidak selamanya kontak fisik selalu dianggap tindakan brutalitas oleh guru dan mengarah pada proses hukum. Atau hukuman fisik sudah dianggap tidak relevan lagi walau untuk melatih kebugaran tubuh.


Ada beberapa alasan kenapa guru  sampai melakukan kontak fisik:  


Pertama, saat menghadapi anak-anak yang melakukan perbuatan indisipliner berulang-ulang kali, dan Kedua, menghadapi anak-anak yang agresif kepada gurunya atau rutin menjadi biang keributan di kelas. Dalam menghadapi kondisi demikian perlu ada detterent effect atau efek jera kepada oknum murid tersebut agar mampu menghadirkan kondisi kelas yang nyaman bagi semua peserta didik.


Baca Juga :  Guru Diantara Tuntutan Profesi dan Upah


Jika anak-anak yang indisipliner dan agresif dimaklumi saja mereka akan merasa seperti untouchable man : pria (manusia) yang tak dapat disentuh, dan itu akan menjadi kebanggaan semu pada “geng-geng siswa” di sebuah sekolah dan akan diikuti oleh siswa lain bahwa guru tak berdaya menghadapi ulah mereka. Ini kerap terjadi dijenjang SMA/SMK.


Melakukan kontak fisik maupun hukuman fisik dari guru kepada murid itu bukan perkara mudah. Tidak seheboh publikasi media. Sebenarnya ada resiko untuk guru itu sendiri. Menghadapi anak SMA/SMK yang secara fisik mereka lebih berotot, bertenaga bahkan kuat guru pasti sangat hati-hati. Anak-anak SMA/SMK mereka masih labil dan bisa sangat mungkin untuk menyerang balik gurunya. Jadi kontak fisik itu sebenarnya jarang terjadi dan hanya beberapa guru saja yang berani dan terukur karena butuh strategi khusus. 


Saya sendiri baru mengalami bagaimana ketika rekan guru saya dikatai bodoh dan dipermalukan oleh siswa di dalam kelas. Saya nyaris meneteskan air mata saat menghadapi kondisi demikian. Mau bertindak tegas kita bisa saja disalahkan atau dikulik media. Guru sering menghadapi situasi dan kondisi yang dilematis dalam menegakan disiplin. 


Mungkin masyarakat berharap guru harus menempuh banyak cara untuk mengatasi masalah murid.


Memang benar ada banyak cara atau pendekatan dalam menyelesaikan masalah murid. Cara-cara seperti segitiga restitusi, mindfullnes dan lain itu memang “canggih”. Namun itu butuh waktu dan tenaga. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh guru untuk menuntun anak-anak yang memang benar-benar serius dan antusias dalan mengejar cita-cita dan masa depan mereka.


Baca Juga : Guru itu Pelopor dan Pilar Bangsa


Pendidikan membutuhkan proses secara holistik dan utuh. Dimulai dari rumah, sekolah dan regulasi dari pengambil kebijakan bahkan dukungan politik sehingga akan melahirkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.


Sebagai sebuah catatan bahwa setiap sekolah, setiap kelas, dan jurusan atau konsentrasi keahlian memiliki karakter yang berbeda-beda.  Jadi butuh pendekatan atau strategi maupun metode yang bervariasi.  Kondisi disekolah unggulan pasti berbeda dengan sekolah yang murid-murid harus dicari demi memenuhi quota. 


Nah, kalau sampai kepala sekolahnya turun tangan hanya ada dua kemungkinan: 1) Guru-guru takut dan dilema menghadapi tindakan indisipliner siswanya, dan 2) Tidak berjalannya sistem pembinaan siswa di sekolah itu. Kalau ada yang ke-3, mungkin bukan hari yang beruntung bagi kepala sekolah itu. Begitulah kira-kira pembaca yang budiman | Salam dan Bahagia 

𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗣𝗶𝗰𝗵𝗲 𝗞𝗼𝘁𝗮!

https://www.unclebonn.com/2026/02/blog-post.html
Piche Kota yang kita tahu dia Nyong Atambua. Setelah tereliminasi tiba-tiba dia muncul di Sumba. Orang Sumba saat itu baru tahu kalau Piche ada darah Sumba-nya. 


Sekarang 𝗜𝗻𝗳𝗼 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗘𝗻𝗱𝗲 memberitahu kalau Piche juga ada darah Ende, Flores-nya. Lalu seperti apa pertalian darahnya?


MUNGKIN. Mungkin ya! Opanya orang Ende menikahlah dengan nona Sumba. Lahirlah bapaknya Piche lalu nikah dengan nona Atambua. Sehingga Piche lahir dan besar di Atambua.  Mungkin juga mamanya Piche kalau lihat-lihat face-nya sih ada campur-campurnya.  Ada Rote-Rotenya begitu. Tambah bingungkan kita?😀😀


Ya namanya lahir serta tumbuh besar di Atambua, Piche pasti ngaku orang Atambua. Dia lebih nyaman mengakuainya.  Tentu tidak elok kalau saat ikut kompetisi baru ngaku-ngaku dia keturunan Sumba-lah, keturunan Ende-lah nanti orang NTT akan bilang: "Hemm, sekarang baru kenal keluarga!"


Tapi hebatnya Piche setelah sukses dia tetap ingat asal-usulnya. Yang seperti ini semesta akan menganugerahi kebaikan. 


Soal bapaknya Piche, kalau ada Sumba-nya dilihat dari jejak digital. Ternyata beliau pernah menempuh pendidikan di SMP/SMA Andaluri. SMA Andaluri itu berlokasi di Wara, Kota Waingapu Kab. Sumba Timur


Sebenarnya kalau soal pertalian darah ini jika sudah ada "Bocor Alus-nya" sejak awal yakin saja Piche Kota bisa masuk top 3 Indonesian Idol season 13 ini gaess. Tapi tak apalah. Picvans PV  - Piche Kota / Piche Vanesa sudah menjadi Idola Baru di Indonesia.  Kata nona-nona muda suara Piche Kota bekin candu saat membawakan lagu Kisah-Kasih di Sekolah. Papa-papa dan emak-emak jadi baper semuanya😀😀 hallaah Unclebonn Omon-Omon ae...


Salam Damai,


Baomong Asyik dengan Dua Emak-emak China tentang Realita Hidup saat Jalankan Tugas Sekolah

https://www.unclebonn.com/2026/02/baomong-asyik-dengan-dua-emak-emak.html

Dua hari ini saya secara tak sengaja bertemu sekaligus ngobrol dengan dua sosok yang memiliki sudut pandang berbeda tentang kehidupan namun satu tujuan yang sama yakni berharap dalam hidup ini menikmati kondisi hidup sehat dan suasana hati yang bahagia. 


Kedua orang itu saya panggil aci Sumba dan aci China. Bertemu dengan mereka saya tidak ekspek sama sekali sampai baomong seasyik itu. Biasanya selama ini kalau kami bertemu untuk kebutuhan kerja saja. Sebatas "say hallo". Kali ini beda. Dua hari yang memorable walau tidak mengubah nasib setidaknya bisa mengubah pola pikir.


Inti sari ceritanya dari sosok pertama bahwa hidup itu keras butuh perjuangan. Bahwasannya gagal itu biasa namun harus terus berjuang namun kita tak boleh menolak realita. Nikmati saja prosesnya. 


Berikutnya walau manusia tampilan bergaya rocker maupun metal namun harus tetap mengandalkan Tuhan. Jangan lupa Tuhan, begitu katanya.


Baca Juga : Kala Saya Secara Tak Sengaja Berdoa di Makamnya Orang Islam


Dalam kondisi mendung kami seruput kopi masing-masing dengan rokok ditangan membuat suasana rumah ala cafe. Kata saya dalam hati ternyata Tuhan menyayangi semua orang tanpa pandang bulu.


Sosok aci yang satu lagi hidupnya tertata dan mengalir saja. Sedang menikmati masa tua yang penuh bahagia. 


Obrolan kami dari hal-hal sepele namun pada akhir serius saat hujan lebat datang.


Disinilah saya “diajari” bagaimana orang China membangun bisnis dan bagaimana menjaga kesehatan di masa tua.


Di tengah asyiknya cerita saya ditunjukkan salah satu gerakan yoga bagi yang lanjut usia.  


Ya ampun serius sekali ni aci. Sampai segitunya. Apakah beliau prihatin dengan kondisi saya yang semakin menua? 😍😍


Tapi saya tetap menjadi pendengar yang baik. Penuh antusias dan semangat. Untung saja jam itu sudah menunjukkan pukul 18.00 dan toko harus di tutup.  Sisa-sisa gerimis masih ada. Saya harus menerobos gerimis di waktu petang daripada sendiri dan jadi penunggu toko.


Baca Juga : Cerita Lucu dari Unclebonn.com Episode Cerita Malam Bagi Penderita Insomnia


Teman-teman pembaca yang budiman. Sejak kecil ilmu bisnis sudah diturunkan kepada anak-anak china. Mereka disiplin dan penuh perhitungan setiap kali melakukan bisnis. Hidup hemat menjadi kunci awal sukses. Mereka menyekolahkan anak-anak mereka dan memperhatikan kualitas hasil belajar anak mereka.


Satu hal lagi, china-china Sumba rata-rata bertalian keluarga semua dari hasil kawin mawin. Antara china yang satu dengan china yang lain masih ada hubungan keluarga begitu. 


Bisnis tetap bisnis, pendidikan tetap pendidikan. Sering saya singgung tentang papatah china bahwa kaya itu mulia. Itu yang melatari cara orang china berpikir. 


Dan masih banyak isi cerita namun ada hal-hal yang memang untuk saya sendiri dan tidak layak untuk dipublikasikan. 


Jangan lihat hasil bisnis mereka saat ini tapi kita perlu tahu bagaimana orang china merintis dan menjalani proses bisnis yang penuh dengan tantangan dan perjuangan | Salam Damai 

Baca Juga : Dia Laki-Laki Ibunya


KKP dan Pemkab Sumba Timur Hadirkan Program Pelatihan Berkelanjutan dan Pendampingan Tenaga Kerja dalam Proyek Integrated Shrimp Farming di Desa Palakahembi

https://www.unclebonn.com/2026/02/kkp-dan-pemkab-sumba-timur-hadirkan.html

Transformasi sektor perikanan di Nusa Tenggara Timur memasuki babak baru seiring dengan pembangunan modeling budidaya udang terintegrasi dari hulu ke hilir (Integrated Shrimp Farming), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berkomitmen memastikan keberhasilan proyek ini melalui program pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis langsung dari para ahli, hal ini seperti dilansir dari laman bppsdm.kkp.go.id


Proyek strategis yang berlokasi di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai ini, berdiri di atas lahan milik daerah seluas 2.085 hektar dengan nilai investasi mencapai Rp 7,5 triliun, proyek ini tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal secara konsisten.


Inti dari program pendampingan ini adalah memastikan bahwa teknologi budidaya modern dapat diserap dengan baik oleh para tenaga kerja dan pelaku usaha di Sumba Timur. Para ahli perikanan akan memberikan bimbingan teknis.


Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Sekretariat Daerah telah mengeluarkan Surat Undangan No.  Transnaker.000.1.5/217/II/2026 tertanggal 05 Januari 2026 perihal Undangan Sosialisasi Rekrutmen SDM Budidaya Tambak Udang yang ditujukan kepada Pimpinan OPD, Camat, Rektor, kepala sekolah SMA/SMK yang ada di Kabupaten Sumba Timur. 


Program ini membuka peluang besar bagi generasi muda Sumba Timur untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan gratis, sekaligus akses langsung ke dunia kerja di sektor perikanan budidaya udang yang terintegrasi dan berkelanjutan.


‎Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat, khususnya lulusan SMA/SMK serta Diploma dan Strata I di Kabupaten Sumba Timur, memperoleh pemahaman yang utuh mengenai peluang pendidikan, pelatihan, dan penyerapan tenaga kerja pada sektor budidaya udang terintegrasi.


Berikut mekanisme rekrutmen, jadwal pelaksanaan, persyaratan, hingga program pendidikan dan pelatihan, yang meliputi:


  1. Mekanisme Perekrutan, terdiri atas tahapan pendaftaran secara daring, seleksi administrasi dan akademik, pengumuman hasil seleksi, serta seleksi kesehatan, wawancara, dan psikotes.
  2. Jadwal Penting Program Kelas Khusus, dengan tahapan pendaftaran dan seleksi administrasi serta akademik pada 10 Februari–6 Maret 2026, pengumuman tahap pertama pada 13 Maret 2026, seleksi kesehatan, wawancara, dan psikotes pada 16 Maret–10 April 2026, serta pengumuman akhir pada 23 April 2026.
  3. ‎Persyaratan Umum dan Khusus Peserta, berkas administrasi, serta program kelas khusus gratis yang disertai sertifikasi kompetensi.
  4. ‎Formasi Program Kelas Khusus, meliputi Operator Anak Kolam, Teknisi Mesin, Teknisi Budidaya Udang, dan Laboran Kesehatan Udang, dengan kurikulum berbasis SOP dan praktik lapangan.
  5. ‎Sebaran lokasi kelas khusus serta rencana kelas praktik singkat (on site) di lokasi tambak udang Waingapu.


Ayo generasi muda masa bangsa rebut peluang emas ini untuk bekerja dan membangun daerah Sumba timur tercinta. Mau Bergabung dan Berkolaborasi KLIK PENDAFTARAN ini atau klik ini https://elaut-bppsdm.kkp.go.id/waingapu/ 


SMK Negeri 1 Pandawai Laksanakan Pendampingan Teknis Pembelajaran Mendalam Berbasis Ai

https://www.unclebonn.com/2026/02/smk-negeri-1-pandawai-laksanakan.html

Guru-guru SMK Negeri 1 Pandawai akhirnya mendapatkan pelatihan penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) Berbasis Ai (Artificial Intelligence) melalui kegiatan Pendampingan Teknis oleh Koordinator Pengawas jenjang SMA/SMK dan SLB Kabupaten Sumba Timur yang dilaksanakan pada tanggal 5 - 6 Februari 2026. 


Kegiatan ini tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah karena pada jam pertama sampai jam keempat dilaksanakan pembelajaran secara normal, empat jam selanjutnya peserta didik diberikan tugas. Untuk mengontrol proses pembelajaran tugas ini diberikan kepada tenaga kependidikan SMK Negeri 1 Pandawai. 


Kegiatan pendampingan teknis ini dibuka dengan tata cara formal yang dikuti oleh seluruh guru dan pegawai SMK Negeri 1 Pandawai.  Kegiatan dimulai jam ke-4 KBM sampai pukul 15.30 Wita sesuai rundown yang disusun oleh panitia. 


Kegiatan hari pertama fokus pada Filosofi dan Konsep Deep Learning atau paparan tentang Mindfull, Meaningful dan Joyful Learning dan Reoreantasi Pendidikan Vokasi. 


Koordinator Pengawas, Ibu Albertina Natara, S.Pd yang juga Pengawas Pembina SMK Negeri 1 Pandawai juga menyajikan materi terkait Analisis Karakteristik Siswa dalam hal ini menjelaskan tentang bagaimana guru memahami learner profiles di SMK untuk menciptakan pembelajaran yang relevan.  


Baca Juga Cerdas Bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim, Mari Mendulang Sukses di SMK Negeri 1 Pandawai 2024 - 2029


Diakhir sesi hari pertama guru-guru diberikan tugas untuk menyusun perangkat ajar dengan memanfaatkan Gemini Ai melalui prompt yang diberikan oleh oleh Ibu Pengawas.


Kegiatan hari kedua guru-guru menyajikan materi sesuai dengan topik yang ditentukan oleh narasumber. Misalnya menampilkan RPM dari perwakilan guru mata pelajaran umum dan kejuruan.  Kemudian perwakilan kelompok guru lain yaitu menyajikan bentuk materi, model asesmen, LKPD, dan lain-lain yang di-generate Ai dan sudah direparasi oleh guru bersangkutan. 


Kegiatan pendampingan teknis ini tentunya sangat membantu guru-guru SMK Negeri 1 Pandawai yang selama ini mayoritas masih menggunakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka versi lama. Sebagai bentuk komitmen dari kegiatan ini, guru-guru SMK Negeri 1 Pandawai diberikan waktu kurang lebih satu minggu untuk melengkapi kembali bahan ajar sesuai dengan standar dari pelatihan ini. 


Sebelum menutup kegiatan Pendampingan Teknis, Ibu Albertina Natara, S.Pd memesan guru agar selalu profesional dalam melaksanakan tugas. Tugas guru adalah melayani peserta didik, memenuhi kebutuhan belajar, dan menyelesaikan permasalahan  belajar murid.*


Baca Juga : Mengenal Kecerdasan Buatan Atau Artificial Intelligence : Masa Depan Teknologi yang Menginspirasi



Tuesday, February 3, 2026

Apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra dan Apa Saja Apresiasinya?

https://www.unclebonn.com/2026/02/apa-itu-forum-komunikasi-sekolah-binaan.html

Guys, mungkin teman-teman kepo dengan reward yang sering diterima oleh sekolah-sekolah binaan Yayasan Astra, Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR).  Contohnya pada 14 sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMK di Kecamatan Pandawai Kab. Sumba Timur


Lantas apa itu Forum Komunikasi Sekolah Binaan (FKSB) Yayasan Astra? FKSB ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah komunikasi sekolah binaan untuk saling berkoordinasi, berkolaborasi, dan berkomitmen untuk mencari solusi terhadap isu pendidikan yang terjadi di Indonesia.


Pada momentum FKSB ini kita bisa mendengar praktik baik dari para guru, kepala sekolah inspiratif dan berprestasi.  Kita bisa sharing pengalaman dengan teman-teman dari area binaan lain yang ada di Indonesia dengan kekhasan masing-masing. 


Pada tahun 2025 ini merupakan FKSB ke-12 guys.  Tema yang diusung, Satu Visi Sejuta Aksi untuk Indonesia Cerdas. Tahun ini ada sajian baru dalam rundown kegiatan yakni talkshow yang menghadirkan area officer wilayah binaan masing-masing provinsi. Pokoknya keren deh.


Lalu, kepada siapa saja yang diberi reward atau penghargaan? Yang jelas penghargaan itu diberikan kepada sekolah, kepala sekolah dan guru dengan pencapaian terbaik : berkarakter positif,  prestasi, inovasi serta memiliki kemampuan leadership dan managerial pada tingkat satuan pendidikan masing-masing. Bahkan tahun ini, penghargaan juga diberikan kepada guru pengubah terbaik. 


Metode penilaian tentu melalui observasi dan penilaian dokumen,  wawancara serta investasigasi jika diperlukan misalnya aktivitas seseorang di sosial media. 


Baca Juga : Cerdas Bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim, Mari Mendulang Sukses di SMK Negeri 1 Pandawai 2024 - 2029


Yayasan Astra atau YPA-MDR memiliki standar sendiri dalam penilaian kepada pihak-pihak yang akan diberikan apresiasi.  Makanya banyak sekolah binaan yang jadi jawara nasional pada lomba-lomba yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Berikut kategori penghargaan pada Forum Komunikasi Sekolah Binaan Yayasan Astra pada malam penganugerahan (Awarding Night) antara lain: Pekan Inovasi Guru (PIGUR), Guru Inspiratif, Kepala Sekolah Inspiratif, Guru Terbaik, Kepala Sekolah Terbaik, Sekolah Terbaik dan Guru Pengubah Terbaik.


Bagaimana pencapaian terbaik untuk area binaan kabupaten Sumba Timur pada tahun 2025? Kita berhasil masuk pada nominasi kepala sekolah berprestasi jenjang SMP, Guru Berprestasi jenjang SD, Guru Pengubah Berprestasi jenjang SD, Guru Berprestasi dan Guru Terbaik Jenjang SMA/SMK. Kita juga juara I Lomba Seni Tari, dan beberapa lomba yang dikuti sekolah binaan namun saya belum memiliki data lengkap.


Demikian yang bisa saya jelaskan kepada teman-teman facebook yang selalu setia mengikuti saya. Semoga tulisan ini dapat membantu teman-teman semua dalam memahami intervensi dan apresiasi YPA-MDR pada sekolah binaan mereka.*


Baca Juga : SMK Negeri 1 Pandawai (Smart Vocational School) dan Jalan Menuju Sekolah Unggul pada Tahun 2029 melalui Yayasan Pendidikan Astra