Halo Sobat Baomong Asyik! Selamat datang kembali di podcast kesayangan kita semua.
Pada episode kali ini, BAOMONG ASYIK SHOW kedatangan tamu istimewa yang membawa semangat perubahan bagi dunia pendidikan di pelosok negeri. Beliau adalah Mas Agung Setyawan, S.Psi, seorang Guru Muda Garda Depan (GMGD) angkatan kedua tahun kedua yang saat ini mendedikasikan dirinya di area binaan Yayasan Astra (YPA-MDR), tepatnya di SMK Negeri 1 Pandawai, Kabupaten Sumba Timur.
Sebelum menginjakkan kaki di tanah Marapu, Mas Agung memiliki rekam jejak yang menarik dengan bertugas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang kini kita kenal sebagai area strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Pengalaman lintas pulau ini memberikan perspektif unik tentang bagaimana pendidikan harus dikelola secara dinamis.
Apa saja yang kami bahas dalam podcast ini?
Hadirnya Mas Agung melengkapi serial profil GMGD di channel ini. Kami mengeksplorasi secara mendalam mengenai:
Adaptasi & Kiprah Awal: Bagaimana rasanya mengawali perjalanan bersama Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR)?
Program Unggulan SMK: Mulai dari peningkatan daya listrik standar industri hingga penguatan sarana prasarana sekolah.
Pilar Pendidikan: Mas Agung memaparkan strategi penguatan karakter, prestasi akademis, hingga pelestarian seni budaya di lingkungan sekolah.
Core Values CERDAS: Bagaimana nilai-nilai Cermat, Dinamis, Antusias, dan Sinergis (CERDAS) mengubah mindset para guru dan siswa.
Dampak Nyata YPA-MDR: Diskusi menarik mengenai bantuan fisik yang produktif, seperti kandang ayam petelur kapasitas 300 ekor, peralatan tenun, motor praktik, hingga armada mobil pickup untuk mendukung unit produksi sekolah.
Pendampingan intensif dari YPA-MDR terbukti bukan sekadar bantuan materi, melainkan investasi sumber daya manusia yang membuahkan prestasi, mulai dari level kabupaten hingga juara di tingkat nasional.
Simak obrolan seru, produktif, dan konstruktif ini sampai habis untuk melihat bagaimana kolaborasi antara industri dan sekolah dapat menciptakan dampak nyata bagi pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumba Timur.




